Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia Tolak Komentari Tuduhan Keterlibatan Pasukan Korut di Ukraina

📅 Sabtu, 09 Nov 2024, 10:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Russia Tolak Komentari Tuduhan Keterlibatan Pasukan Korut di Ukraina Doc: CNA/AFP/KCNA/KNS/STR
Ket. Tentara berlatih di pangkalan angkatan bersenjata operasi khusus Tentara Rakyat Korea (KPA) di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara pada 13 September 2024.

MOSKOW - Russia pada hari Jumat (8/11) menolak mengatakan apakah pasukan Korea Utara bertempur bersama tentaranya melawan Ukraina.

Mengutip laporan intelijen, Barat, Ukraina, dan Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara telah mengrim lebih dari 10.000 tentara ke Russia untuk dikerahkan dalam pertempuran.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Kamis, beberapa pihak telah terlibat dalam pertempuran di wilayah Kursk, Russia barat, tempat Kyiv melancarkan serangan.

"Tentara Korea Utara saat ini hadir di wilayah Federasi Russia... khususnya di wilayah Kursk," kata Zelenskyy kepada wartawan.

"Ada 11.000 orang. Beberapa dari pasukan ini telah mengambil bagian dalam permusuhan melawan militer Ukraina. Ya, sudah ada korban jiwa," imbuhnya.

Ditanya oleh AFP tentang komentar Zelenskyy pada hari Jumat, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak berkomentar.

"Pertanyaan ini secara langsung menyangkut jalannya operasi militer khusus, oleh karena itu perlu ditujukan kepada Kementerian Pertahanan," kata Peskov, menggunakan bahasa yang disukai Moskow untuk tindakan ofensifnya.

Kementerian Pertahanan Russia biasanya tidak pernah menanggapi pertanyaan pers mengenai pelaksanaan serangan.

Putin dan pejabat senior Russia telah berulang kali menolak untuk membantah laporan adanya pasukan Korea Utara yang berperang melawan tentara Kyiv.

Zelenskyy telah menekan Barat untuk meningkatkan dukungan mereka dalam menghadapi keterlibatan Korea Utara, menganggapnya sebagai eskalasi besar yang mengancam keamanan global.

Anggota parlemen Russia awal minggu ini memilih untuk meratifikasi pakta pertahanan penting dengan Korea Utara yang mewajibkan kedua negara memberikan bantuan militer segera jika salah satu dari mereka diserang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.