Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pikun Akibat Penuaan Otak Dapat Dipulihkan

📅 Jumat, 08 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Pikun Akibat Penuaan Otak Dapat Dipulihkan Doc: Roslan RAHMAN/AFP

Penumpukan protein yang disebut aktin filamen (F-aktin) di otak menghambat pembuangan limbah seluler, termasuk DNA, lipid, protein, dan organel. Penumpukan limbah yang dihasilkan mengurangi fungsi neuron dan berkontribusi pada penurunan kognitif.

Manusia bukan satu-satunya yang menjadi pelupa seiring bertambahnya usia karena hewan seperti lalat buah juga mengalaminya. Namun karena lalat buah memiliki rentang hidup hanya sekitar dua bulan, dapat menjadi model yang berguna untuk memahami penurunan kognitif yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Sebuah studi baru oleh tim peneliti dari University of California - Los Angeles (UCLA) yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan bahwa ketika protein struktural sel umum yang disebut aktin filamen (F-aktin), serat otot ini terbentuk di otak membuat protein tersebut menghambat proses utama yang membuang komponen yang tidak diperlukan atau tidak berfungsi di dalam sel, termasuk DNA, lipid, protein, dan organel.

Dari proses tersebut terjadi akumulasi limbah dihasilkan yang kemudian mengurangi fungsi neuron. Dengan kata lain, sel saraf neuron merupakan unit kerja sistem saraf manusia yang bertugas mengirimkan informasi dalam bentuk sinyal listrik dan kimia pada berbagai bagian otak. Penurunan fungsi dari neuron berkontribusi pada penurunan kognitif.

Dengan mengubah beberapa gen tertentu dalam neuron lalat buah yang menua, para peneliti mencegah penumpukan F-aktin, mempertahankan daur ulang seluler, dan memperpanjang umur lalat buah yang sehat sekitar 30 persen.

Aktin, keluarga protein yang membantu memberi bentuk pada sel, berlimpah di seluruh tubuh. F-aktin membentuk filamen yang penting untuk menjaga struktur sel dan banyak fungsi lainnya. Para peneliti yang dipimpin oleh mantan sarjana pascadoktoral Edward (Ted) Schmidt di lab David Walker, memperhatikan penumpukan F-aktin di otak lalat buah yang menua dan bertanya-tanya apakah hal itu berkontribusi pada penuaan otak dan hilangnya kesehatan organisme secara keseluruhan.

Petunjuk pertama mereka berupa korelasi dimana lalat yang diberi diet terbatas hidupmya lebih lama dan memiliki lebih sedikit penumpukan F-aktin di otak mereka. Petunjuk keduanya yaitu ketika diobati dengan obat yang diketahui dapat memperpanjang umur yang disebut rapamycin, terdapat lebih sedikit F-aktin di otak lalat yang menua.

“Namun itu korelasi, bukan demonstrasi langsung bahwa F-aktin merugikan penuaan otak,” kata Walker, penulis senior dan profesor biologi dan fisiologi integratif UCLA. “Untuk mendapatkan kausalitas, kami beralih ke genetika,” imbuh dia seperti dikutip dari Science Daily.

Karena genom lalat buah telah dipetakan dan dipahami secara menyeluruh, kelompok tersebut dapat menargetkan gen lalat buah yang menua yang diketahui memainkan peran penting dalam akumulasi filamen aktin. Itu termasuk gen yang disebut Fhos, anggota keluarga protein yang diketahui memanjangkan dan mengatur filamen aktin.

 “Ketika kami mengurangi ekspresi Fhos pada neuron yang menua, hal itu mencegah akumulasi F-aktin di otak,” kata Schmid, yang kini menjadi peneliti di Arkansas Biosciences Institute dan asisten profesor di Arkansas State University.

“Hal ini benar-benar memungkinkan kami untuk memperluas studi kami karena sekarang, kami memiliki cara langsung untuk menargetkan akumulasi F-aktin di otak dan mempelajari bagaimana hal itu mempengaruhi proses penuaan,” imbuh dia.

Peningkatan Fungsi

Meskipun intervensi genetik hanya ditargetkan pada neuron, hal itu meningkatkan kesehatan lalat secara keseluruhan. Mereka hidup 25-30 persen lebih lama, sambil menunjukkan peningkatan fungsi otak serta penanda peningkatan kesehatan pada sistem organ lainnya.

Mencegah akumulasi F-aktin melindungi fungsi kognitif. Pasalnya penumpukkan protein tersebut mendorong penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Pada kasus lalat buah, binatang ini menjadi lebih pelupa dibandingkan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.