Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Bagaimana Elon Musk Memanfaatkan Algoritma X untuk Kampanye Pemenangan Donald Trump di Pilpres AS

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 11:22 WIB | Oleh: Tim Penulis

Akun tokoh politik lain yang menjadi dasar perbandingan adalah akun komentator sayap kanan seperti Jack Posobiec, Tucker Carlson, dan Donald Trump Jr. Kami juga menganalisis akun dari spektrum politik lainnya, termasuk akun politikus AS Alexandria Ocasio-Cortez, Senator AS Bernie Sanders, dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Peningkatan yang tiba-tiba dan signifikan

Sejak Juli, interaksi pada akun X milik Musk mengalami peningkatan yang mendadak dan signifikan. Jumlah view untuk unggahannya meningkat sebesar 138%, retweet naik sebesar 238%, dan like meningkat 186%.

Sebagai perbandingan, akun-akun tokoh politik ternama lainnya di X mengalami peningkatan yang lebih moderat: 57% dalam jumlah view, 152% dalam retweet, dan 130% untuk like.

Ini menunjukkan bahwa walaupun interaksi meningkat untuk semua akun setelah Juli, metrik Musk mengalami lonjakan yang sangat besar, terutama dalam hal retweet dan like.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sejak Juli, akun-akun konservatif dan sayap kanan di X memiliki performa visibilitas unggahan yang lebih baik dibandingkan dengan akun-akun dari spektrum politik yang lebih progresif atau kiri.

The Conversation telah mencoba meminta tanggapan dari pihak X terkait hasil penelitian ini, namun belum menerima balasan.

Tanpa akses untuk mengetahui cara kerja perusahaan, mustahil memastikan apakah perubahan pada sistem kurasi X benar-benar membuat unggahan pemiliknya (Elon Musk) lebih banyak terlihat oleh pengguna.

Sejak diambil alih Musk, platform X membatasi akses peneliti terhadap data internalnya. Akibatnya, para peneliti hanya bisa mengumpulkan data dalam jumlah terbatas untuk riset ini.

Namun, baru-baru ini Washington Post juga menemukan bahwa cuitan dari politikus Partai Republik memiliki peluang lebih besar untuk menjadi viral, dengan memperoleh miliaran tampilan lebih banyak daripada cuitan dari politikus Partai Demokrat.

Serupa dengan itu, investigasi oleh Wall Street Journal mengungkapkan bahwa pengguna baru platform ini “dibanjiri dengan konten politik” yang secara tidak proporsional mendukung Trump.

Sejak Musk membeli platform X, platform ini menjadi lebih disukai oleh tokoh-tokoh sayap kanan, termasuk orang-orang yang sebelumnya di-banned karena menyebarkan informasi yang berbahaya dan tidak benar.

Mitos netralitas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

32 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Pemerintah Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.