Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satu dari 1.403 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Kritis

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satu dari 1.403 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Kritis Doc: ANTARA/Pemulet Paul
Ket. Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Bangunan Asrama Emaus I yang rusak terdampak material erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Senin (4/11/2024).

Jakarta - Sebanyak 1.403 korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dipastikan oleh tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) sudah berhasil dievakuasi ke pengungsian, termasuk sembilan yang meninggal dan satu orang kritis, pada Senin malam.

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa 1.403 orang itu adalah jumlah pengungsi yang berdasarkan data tercatat di lapangan sampai dengan pukul 20.00 Wita. Masing-masing dari mereka diungsikan ke pengungsian di Desa Bokang Wolomatang dan Desa Konga Kecamatan Titehena, Flores Timur.

Sementara sembilan orang yang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dari Desa Klantanlo, Kecamatan Wulanggitang saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kesembilan korban meninggal dunia tersebut antara lain; Kanisius Laga Lajar (pria), Agustina Luo Luon (wanita), Andreas Baha Lajar (pria), Paskalis Yohanes Goe Lajar (pria), Theresia Toja (wanita), Yohanes Baha Buto (pria), Yosefina Kedang (wanita), Nikolin Pajo (wanita), dan Yohanes Witin (pria).

Sementara seorang korban bernama Andi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandes di Larantuka.

Tim SAR mengkonfirmasi, pria dengan nama sapaan Us, dari Desa Dulipali tersebut dilaporkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis secara intensif segera atas luka yang dideritanya.

Basarnas yang sedikitnya mengerahkan 20 petugas dari Kantor SAR Maumere itu, saat ini masih bersiaga di posko penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bersama dengan ratusan petugas dari BPBD, TNI, Polri hingga tim Tagana sehingga bisa cepat mengantisipasi bila ada bencana susulan.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari menyatakan pihaknya sudah mendirikan posko utama di Flores Timur. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga usai erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Senin dini hari tadi, diharapkan segera melapor kepada petugas yang bersiaga di posko tersebut untuk dapat dilakukan pencarian maupun pertolongan.

Demi keselamatan bersama, BNPB atas rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM melarang siapapun untuk beraktivitas pada radius tujuh kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki kecuali tim petugas SAR gabungan.

BNPB berkomitmen dalam waktu 2x24 jam, bantuan logistik barang kebutuhan pokok, perlengkapan pengungsian,hingga bantuan anggaran dapat disalurkan dengan jumlah yang lebih memadai agar beban para korban erupsi semakin diringankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

51 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.