Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Betelbuddy' Dapat Mengubah Prediksi Supernova Betelgeuse

📅 Senin, 04 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Detak jantung (heartbeat) ini dianggap penting karena itulah yang digunakan para ilmuwan untuk menentukan kapan Betelgeuse akan menjadi supernova. Salah satu detak jantung ini adalah mode fundamental Betelgeuse atau pola kecerahan dan peredupannya yang melekat pada bintang itu sendiri. Jika mode fundamental bintang adalah detak jantungnya dalam skala panjang, maka Betelgeuse bisa saja meledak lebih cepat dari yang diperkirakan.

Namun, jika mode fundamentalnya adalah detak jantungnya dalam skala pendek, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian, maka detak jantungnya yang lebih panjang adalah fenomena yang disebut periode sekunder panjang (long secondary period/LSP). Kecerahan dan peredupan yang lebih lama ini disebabkan oleh sesuatu yang berada di luar bintang.

Hingga saat ini para ilmuwan masih belum memiliki jawaban pasti mengenai apa sebenarnya yang menyebabkan LSP, tetapi satu teori utama adalah bahwa LSP muncul ketika sebuah bintang memiliki pendamping yang mengitarinya dan menerobos debu kosmik yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh bintang tersebut. Debu yang dipindahkan mengubah seberapa banyak cahaya bintang yang mencapai Bumi, mengubah kecerahan bintang yang tampak.

"Setelah menunjukkan bahwa periode panjang ini, yang dikenal sebagai LSP, didorong oleh sesuatu selain variasi tekanan di lapisan luar Betelgeuse, pertanyaan yang muncul secara alami adalah: 'Lalu apa yang mendorong LSP?'" kata Joyce.

Selama penelitian, Joyce melakukan sebagian besar analisis mengenai hipotesis alternatif untuk sinyal LSP. Ia menyelidiki konveksi, mode aneh, mode gravitasi, magnetisme, rotasi, dan kesalahan identifikasi LSP versus mode fundamental sebagai kemungkinan penjelasan untuk periode 5,5 tahun atau 2.100 hari Betelgeuse.

Goldberg menambahkan, masing-masing teori ini memiliki setidaknya satu kelemahan mendasar yang mencegahnya jadi penjelasan yang layak untuk LSP, sehingga hanya bineritas yang jadi satu-satunya kemungkinan.

"Tidak ada hal lain yang masuk akal," kata dia. "Pada dasarnya, jika tidak ada Betelbuddy, maka itu berarti ada sesuatu yang jauh lebih aneh yang terjadi; sesuatu yang mustahil dijelaskan dengan fisika saat ini,"imbuh dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

17 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

32 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.