Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Betelbuddy' Dapat Mengubah Prediksi Supernova Betelgeuse

2 Senin, 04 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Betelbuddy' Dapat Mengubah Prediksi Supernova Betelgeuse “Betelbuddy' Dapat Mengubah Prediksi Supernova Betelgeuse Doc: Istimewa

Penelitian terkini menunjukkan bahwa bintang Betelgeuse mungkin memiliki pendamping tersembunyi yang dikenal sebagai "Betelbuddy". Pendamping ini dapat bertanggung jawab atas pola kecerahan dan keredupan Betelgeuse yang tidak biasa.

Betelgeuse merupakan bintang yang sedang menuju kematian atau mengalami supernova. Para ilmuwan sedang memikirkan kembali kapan waktu terjadinya ledakan sebuah bintang yang berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi itu.

Sebuah penemuan terkini membuka kemungkinan baru, termasuk gagasan bahwa Betelbuddy mungkin merupakan bintang muda atau bahkan sesuatu yang lebih eksotis seperti bintang neutron. Para peneliti sedang berupaya untuk mengkonfirmasi keberadaan Betelbuddy, yang dapat secara dramatis mengubah apa yang diketahui tentang Betelgeuse dan ledakannya pada akhirnya.

Waktu kapan bintang Betelgeuse akan meledak menjadi supernova telah menjadi topik perdebatan di antara para ilmuwan, sebagian besar didasarkan pada pola kecerahan dan keredupannya. Namun, penelitian baru, termasuk kontribusi dari seorang profesor Universitas Wyoming (UW), menunjukkan bahwa cahaya bintang yang berdenyut ini mungkin dipengaruhi oleh bintang pendamping yang dijuluki Betelbuddy atau Sobat Betel.

"Makalah ini mengusulkan pendamping baik bintang atau objek mirip bintang bagi Betelgeuse, yang berarti Betelgeuse adalah sistem biner. Kami menyebutnya alpha Orionis B (Betelgeuse lebih dikenal sebagai Alpha Orionis) atau BetelBuddy," kata Meridith Joyce, asisten profesor di fakultas Fisika dan Astronomi UW.

"Pendamping tersebut belum pernah terdeteksi selama observasi, tetapi kami tahu, dari perilaku pulsasi Betelgeuse, bahwa pendamping itu pasti ada," tutur Joyce. "Berdasarkan batasan orbit, pendamping itu harus berada di bawah massa tertentu, yang kami katakan sekitar dua kali massa Matahari," imbuh dia.

Joyce lalu menguraikan bahwa berdasarkan argumen statistik, kemungkinan besar pendamping ini adalah bintang muda yang mirip dengan Matahari, tetapi mungkin saja pendamping itu adalah sesuatu yang lebih eksotis seperti bintang neutron. Jika itu adalah bintang neutron, penemuan itu akan sangat luar biasa.

Joyce adalah salah satu penulis makalah berjudul A Buddy for Betelgeuse: Binarity As the Origin of the Long Secondary Periods in An Orionis yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, sebuah jurnal akses terbuka yang dikhususkan untuk perkembangan, penemuan, dan teori terkini dalam astronomi dan astrofisika. Makalah tersebut diharapkan akan dipublikasikan di jurnal tersebut menjelang akhir November.

Jared Goldberg, seorang Flatiron Research Fellow di Flatiron Institute's Center for Computational Astrophysics adalah penulis utama makalah tersebut dan yang menamai bintang pendamping tersebut. László Molnár, seorang asisten peneliti di Konkoly Observatory, yang merupakan bagian dari HUN-REN Research Centre for Astronomy and Earth Sciences, yang berlokasi di Budapest, Hungaria, adalah penulis lain dari makalah tersebut.

Dampak Kecerahan

Betelgeuse adalah bintang raksasa merah yang kecerahannya sekitar 100.000 kali lebih terang dari Matahari dan volumenya lebih dari 400 juta kali lebih besar dari Matahari. Bintang tersebut saat ini sedang mendekati akhir masa hidupnya.

Ketika Betelgeuse nantinya mati, ledakan yang dihasilkan akan cukup terang untuk dilihat pada siang hari selama beberapa pekan, menurut makalah tersebut. Penelitian tersebut menemukan bahwa Betelbuddy bertindak seperti bajak salju saat mengorbit Betelgeuse, menyingkirkan debu yang menghalangi cahaya dan untuk sementara membuat Betelgeuse bintang paling terang ke-10 di langit malam.

"Ada banyak minat pada sistem bintang yang satu atau lebih komponennya sangat besar, karena sistem ini kemungkinan merupakan cikal bakal peristiwa eksotis atau berenergi tinggi," kata Joyce. "Betelgeuse adalah bintang masif sekitar 16 kali massa Matahari dan, meskipun kami pikir kemungkinan besar pendampingnya adalah bintang muda 'biasa,' ada kemungkinan pendampingnya adalah bintang neutron," imbuh dia.

Joyce lalu menerangkan bahwa Betelgeuse cukup masif untuk mengalami ledakan supernova dan, ketika itu terjadi, ia akan meninggalkan bintang neutron, yang lebih mungkin terjadi, atau lubang hitam, yang lebih kecil kemungkinannya pada massa ini. "Yang tersisa adalah sistem biner bintang neutron-bintang neutron, yang penggabungannya menghasilkan gelombang gravitasi," tutur dia.

Detak jantung (heartbeat) ini dianggap penting karena itulah yang digunakan para ilmuwan untuk menentukan kapan Betelgeuse akan menjadi supernova. Salah satu detak jantung ini adalah mode fundamental Betelgeuse atau pola kecerahan dan peredupannya yang melekat pada bintang itu sendiri. Jika mode fundamental bintang adalah detak jantungnya dalam skala panjang, maka Betelgeuse bisa saja meledak lebih cepat dari yang diperkirakan.

Namun, jika mode fundamentalnya adalah detak jantungnya dalam skala pendek, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian, maka detak jantungnya yang lebih panjang adalah fenomena yang disebut periode sekunder panjang (long secondary period/LSP). Kecerahan dan peredupan yang lebih lama ini disebabkan oleh sesuatu yang berada di luar bintang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
Ekonomi
Beras Makin Mahal, Dompet R...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.