Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koalisi dari 21 Negara Peringatkan Bahaya Kepunahan Umat Manusia

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Koalisi dari 21 Negara Peringatkan Bahaya Kepunahan Umat Manusia Doc: ANTARA/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

CALI - Kolombia pada Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB ke-16 atau Convention on Biological Diversity Conference of the Parties 16 (COP16 CBD),hari Selasa (29/10), meluncurkan koalisi dengan 20 negara lain yang berusaha untuk mencapai perdamaian dengan alam, bersama para pemimpin memperingatkan kerusakan lingkungan yang cepat berisiko menyebabkan kepunahan umat manusia sendiri.

Dikutip dari The Straits Times, pertemuan puncak hampir 200 negara yang sedang berlangsung di Kota Cali yang dikelilingi pegunungan ini bertugas mencari cara untuk menghentikan kemerosotan alam pada tahun 2030, karena manusia menyebabkan hilangnya habitat, perubahan iklim, polusi, dan aktivitas lain yang merusak keanekaragaman hayati.

Koalisi tersebut mencakup negara-negara dari empat benua termasuk Meksiko, Swedia, Uganda, dan Cile, meskipun tidak ada dari Asia-Pasifik. Koalisi ini terbuka bagi negara-negara yang menyetujui serangkaian prinsip yang bertujuan mengubah hubungan manusia dengan alam, untuk hidup selaras dengan lingkungan.

Tak Bisa Menunggu

Termasuk di dalamnya adalah penggalangan dana untuk konservasi dan pembangunan berkelanjutan, bekerja sama secara internasional, dan memobilisasi seluruh masyarakat untuk melestarikan alam.

Pada pembukaan pertemuan COP16, hari Selasa, dengan enam presiden dan lebih dari 100 menteri pemerintah, para pemimpin memperingatkan dengan merusak alam, umat manusia sedang membunuh dirinya sendiri.

"Kita sedang memasuki era kepunahan manusia. Saya rasa saya tidak melebih-lebihkan," kata Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

Petro mengatakan dunia tidak bisa menunggu hingga ada keuntungan yang bisa menyelamatkan alam dan pasar tidak akan menyelamatkan manusia, seraya menambahkan nilai kehidupan harus ditempatkan di atas uang.

"Alam adalah kehidupan. Namun, kita malah berperang melawannya. Perang yang tidak akan ada pemenangnya," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.