Presiden Bangladesh Didesak untuk Mundur
📅 Selasa, 29 Okt 2024, 02:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
DHAKA - Presiden Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mundur dari para pemimpin revolusi yang menggulingkan mantan perdana menteri otokratis Sheikh Hasina pada Agustus lalu.
Para pemimpin revolusi berpendapat bahwa Shahabuddin, 74 tahun, yang dikenal sebagai "Chuppu", adalah orang yang ditunjuk oleh Hasina.
Shahabuddin dipilih oleh parlemen pada tahun 2023 oleh Liga Awami pimpinan Hasina yang kini telah digulingkan. Jabatan presiden di Bangladesh sebagian besar bersifat seremonial, tetapi potensi pemecatannya dari jabatan tersebut telah memicu kekhawatiran akan kekosongan konstitusional.
Juru bicara pemerintah Syeda Rizwana Hasan, seorang menteri dalam kabinet pimpinan Muhammad Yunus mengatakan bahwa memang ada pembahasan yang sedang berlangsung mengenai pemecatan Shahabuddin.
"Perlu dipertimbangkan apakah pemerintahan yang dibentuk pascarevolusi harus mempertahankan presiden yang dipilih oleh pemerintahan fasis," kata Hasan kepada wartawan pada Minggu (27/10). "Tuntutan agar ia dicopot dari jabatannya bermula dari klaim bahwa ia tidak sejalan dengan semangat gerakan pascarevolusi," imbuh dia. SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!