Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS: Korea Utara Kirim 10.000 Tentara untuk Berlatih di Russia

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 13:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS: Korea Utara Kirim 10.000 Tentara untuk Berlatih di Russia Doc: AFP/KCNA
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Komando Korps ke-2 Tentara Rakyat Korea.

WASHINGTON - Korea Utara telah mengirim 10.000 tentara untuk berlatih di Russia dan kemungkinan akan berperang melawan Ukraina dalam beberapa minggu, kata Washington. Sementara Seoul memperingatkan bahwa percepatan pengerahan pasukan tersebut menimbulkan "ancaman keamanan yang signifikan."

Seoul telah lama menuduh Korea Utara mengirim senjata untuk membantu Moskow memerangi Kyiv, dan setelah Kim Jong Un menandatangani kesepakatan pertahanan bersama dengan Presiden Russia Vladimir Putin pada bulan Juni, Pyongyang diduga telah bergerak untuk mengerahkan tentara secara massal.

Korea Utara membantah mengirim pasukan, tetapi dalam komentar pertama di media pemerintah minggu lalu, wakil menteri luar negerinya mengatakan jika pengerahan pasukan seperti itu terjadi, itu akan sejalan dengan hukum internasional.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan, Korea Utara dapat "segera" menempatkan sebanyak 12.000 tentara di tanah Russia. Sementara Presiden AS Joe Biden mengecam pengerahan itu sebagai "sangat berbahaya."

Korea Utara "telah mengirim sekitar 10.000 tentara secara total untuk berlatih di Russia timur yang mungkin akan menambah pasukan Russia di dekat Ukraina selama beberapa minggu ke depan," kata Wakil Sekretaris Pers Pentagon Sabrina Singh kepada wartawan.

Kepala NATO Mark Rutte mengatakan pengerahan pasukan tersebut merupakan "perluasan perang Russia yang berbahaya", seraya menambahkan bahwa hal tersebut merupakan "tanda meningkatnya keputusasaan Putin."

Rutte mengatakan lebih dari 600.000 tentara Russia telah terbunuh atau terluka sejak konflik dimulai pada 2022. Ia mengatakan Kremlin tidak mampu mempertahankan invasi tanpa dukungan asing.

Berbicara di Brussels setelah pengarahan dengan pejabat intelijen Korea Selatan, Rutte mengatakan ia dapat mengonfirmasi bahwa unit militer Korea Utara telah dikerahkan di lapangan di wilayah Kursk, Russia barat.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan pada hari Selasa (29/10) bahwa meningkatnya kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang merupakan "ancaman keamanan yang signifikan bagi masyarakat internasional," dan ia memperingatkan, Seoul sedang mempertimbangkan "tindakan balasan."

Badan mata-mata Seoul memberi tahu para anggota parlemen bahwa bahkan jenderal-jenderal tinggi Korea Utara "dapat pindah ke daerah garis depan", karena badan itu menandai meningkatnya kerja sama militer antara kedua negara.

Ia juga memperingatkan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan peluncuran satelit lain setelah tawaran yang gagal pada bulan Mei, "menggunakan komponen canggih dan bantuan teknologi Russia," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun setelah pengarahan NIS, menurut transkrip yang diperoleh AFP.

Para ahli mengatakan bahwa sebagai imbalan atas pasukan tersebut, Korea Utara kemungkinan ingin memperoleh teknologi militer, mulai dari satelit pengintai hingga kapal selam, ditambah kemungkinan jaminan keamanan dari Moskow.

Korea Utara juga mengekang penyebaran informasi di dalam negeri tentang penempatan tentara di Russia, kata Lee mengutip badan mata-mata tersebut. "Keluarga tentara yang ditempatkan diberi informasi palsu bahwa mereka sedang menjalani pelatihan."

Menteri Luar Negeri Korea Utara melakukan perjalanan ke Moskow minggu ini, kata Kantor Berita Pusat Korea resmi Pyongyang pada hari Selasa, tanpa memberikan rincian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.