Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Kota-kota Hilang di Jalur Sutra Ditemukan

📅 Senin, 28 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:

"Ini adalah penemuan yang sangat luar biasa," kata Zachary Silvia, seorang arkeolog di Universitas Brown, yang meneliti periode sejarah dan budaya Asia tengah ini.

Silvia tidak terlibat dalam karya baru tersebut, tetapi ia menulis komentar tentangnya yang diterbitkan dalam edisi Nature yang sama.

"Meskipun penggalian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi cakupan dan kepadatan Tugunbulak, ternyata ukurannya setengah dari yang diperkirakan dan hal itu tetap merupakan penemuan besar," tegas dia.

Pemikiran Ulang

Penemuan ini dapat memaksa pemikiran ulang tentang seberapa luas jaringan Jalur Sutra. Peta menunjukkan representasi konvensional Jalur Sutra melalui Asia dan menandai lokasi Tugunbulak dan Tashbulak di pegunungan Uzbekistan tenggara.

Pada peta konvensional Jalur Sutra, rute perdagangan yang membentang di benua Eurasia cenderung atau sebisa mungkin menghindari pegunungan di Asia tengah karena para pedagang lebih memilih kota-kota dataran rendah seperti Samarkand dan Tashkent, yang memiliki lahan subur dan irigasi yang diperlukan untuk mendukung populasi mereka yang padat dan dipandang sebagai tujuan perdagangan yang sebenarnya.

Di sisi lain, Pegunungan Pamir di dekatnya, tempat Tashbulak dan Tugunbulak berada, memiliki kondisi yang terjal dan sebagian besar tidak dapat ditanami karena ketinggiannya. Hingga saat ini kurang dari 3 persen populasi dunia tinggal lebih dari 6.500 kaki atau 2.000 meter di atas permukaan laut.

Namun, meskipun sumber daya terbatas dan musim dingin yang membekukan, orang-orang memang tinggal di Tashbulak dan Tugunbulak dari abad kedelapan hingga ke-11 M, selama Abad Pertengahan. Akhirnya, entah perlahan atau sekaligus, permukiman-permukiman itu ditinggalkan dan dibiarkan begitu saja.

Di pegunungan, itu bentang alam berubah dengan cepat, dan sisa-sisa kota terkikis oleh erosi dan tertutup sedimen. Seribu tahun kemudian, yang tersisa hanyalah gundukan, dataran tinggi, dan punggung bukit yang sulit dipetakan secara menyeluruh dengan mata telanjang.

Untuk mendapatkan gambaran terperinci tentang tanah tersebut, Frachetti dan Maksudov melengkapi diri dengan drone dengan teknologi penginderaan jarak jauh yang disebut lidar (deteksi cahaya dan pengukuran jarak).

Penggunaan pesawat nirawak ini sebenarnya diatur dengan ketat di Uzbekistan, tetapi para peneliti berhasil mendapatkan izin yang diperlukan untuk menerbangkannya di lokasi tersebut. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

40 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.