Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Unggul dalam Jajak Pendapat 2 Minggu Jelang Pemilihan

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Trump Unggul dalam Jajak Pendapat 2 Minggu Jelang Pemilihan Doc: CHRISTIAN MONTERROSA/AFP
Ket. Capres AS dari Partai Republik, Donald Trump.

WASHINGTON - Jajak pendapat terbaru dari Partai Republik mengatakan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat terlalu ketat untuk diprediksi. Dikutip dari Fox News, jajak pendapat nasional terbaru menunjukkan calon presiden (capres) dari Partai Republik, Donald Trump, memiliki keunggulan atas capres dari Partai Demokrat, Kamala Harris, dalam persaingan untuk menggantikan Presiden Joe Biden di Gedung Putih.

Juru survei Grand Old Party, Justin Wallin, menganalisis jajak pendapat yang ketat antara Harris dan Trump dalam jajak pendapat negara bagian medan pertempuran di Fox News @Night. Menurut survei Wall Street Journal yang dirilis pada Rabu malam, Trump meraih dukungan 47 persen di antara calon pemilih di seluruh negeri, sementara Harris di 45 persen, pada surat suara yang juga mencakup kandidat pihak ketiga dan independen. Itu merupakan perubahan dari survei nasional Jurnal sebelumnya, yang dilakukan pada akhir Agustus ,yang menunjukkan Harris unggul dua poin.

Keunggulan Trump berada dalam margin kesalahan survei baru, yang berarti Trump atau Harris berpotensi memimpin perlombaan. Jajak pendapat Wall Street Journal dilakukan terhadap 1.500 pemilih terdaftar yang ditanyai pada 19-22 Oktober, juga menunjukkan Trump unggul tiga poin (49 persen:46 persen) atas Harris dalam pertar ungan satu lawan satu.

Survei menunjukkan pandangan terhadap Harris berubah lebih negatif sejak Agustus, dengan peringkat positifnya turun delapan poin dan peringkat persetujuannya sebagai wakil presiden sebesar 42 persen-54 persen. Sementara itu, pandangan terhadap Trump membaik, dengan pemilih menyetujui kinerja masa lalunya di Gedung Putih dengan margin 52 persen-48 persen.

Miliki Keunggulan

Jajak pendapat baru ini menindaklanjuti survei nasional Fox News yang dilakukan pada 11-14 Oktober dan dirilis minggu lalu, yang menunjukkan calon presiden dari Partai Republik memiliki keunggulan dua poin atas calon dari Partai Demokrat.

Banyak survei nasional lain di lapangan selama dua minggu terakhir, termasuk jajak pendapat dari (Columbia Broadcasting System) CBS News, Marist, dan USA Today/Universitas Suffolk, telah menunjukkan Harris sedikit lebih unggul dari Trump.

Namun, jajak pendapat tersebut sebagian besar masih dalam batas kesalahan. Harris menggantikan Presiden Biden yang sedang goyah di puncak tiket Demokrat 2024 pada tanggal 21 Juli, dan langsung mengalami lonjakan dalam pengumpulan dana serta peningkatan dalam angka jajak pendapatnya.

Harris unggul atas Trump dalam sebagian besar jajak pendapat nasional di tengah Konvensi Nasional Demokrat pada akhir Agustus dan debat pertama dan satu-satunya antara wakil presiden dan mantan presiden, pada awal September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.