Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Diprediksi Variatif, Pasar 'Wait and See' Kebijakan Pemerintah Baru

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Diprediksi Variatif, Pasar 'Wait and See' Kebijakan Pemerintah Baru Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ket. Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/10) diperkirakan bergerak variatif seiring pelaku pasar cenderung bersikap'wait and see'terhadap kebijakan pemerintahan baru Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

IHSG dibuka menguat 9,40 poin atau 0,12 persen ke posisi 7.725,95. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,98 poin atau 0,10 persen ke posisi 948,15.

"Pergerakan IHSG maupun rupiah diprediksi bergerak volatile seiring pelaku pasar cenderung wait and see terhadap kebijakan Prabowo yang akan segera dilakukan," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari dalam negeri, kejatuhan beberapa sektor yang mendorong anjloknya IHSG, disebabkan oleh aksi demo yang dilakukan para buruh kemarin Kamis (24/10), yang mana massa buruh dari 14 konfederasi dan federasi serikat buruh tingkat nasional turun ke jalan di kawasan Monas dan Sekitar Istana Negara, Jakarta.

Aksi demo yang terjadi biasanya akan langsung mendapatkan respon negatif dari para pelaku pasar, sehingga IHSG pun harus turun di tengah rapat kabinet paripurna yang sedang berlangsung.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan rilis kinerja keuangan emiten lainnya yang dapat mendongkrak pasar saham Amerika Serikat (AS).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa pengajuan klaim pengangguran menurun sebanyak 15.000 menjadi 227.000 untuk pekan 19 Oktober 2024, atau lebih sedikit dibandingkan perkiraan analis yang sebanyak 241.000, yang mana pengajuan klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran dianggap sebagai proksi untuk PHK di AS.

Sementara itu, bursa saham Wall Street di AS berfluktuasi pada Kamis (24/10), dengan indeks S&P 500 mencatat kenaikan pertama dalam sepekan, setelah dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (24/10), indeks Dow Jones ditutup melemah 0,33 persen di level 42.374,36, sedangkan indeks S&P 500 ditutup lebih tinggi 0,21 persen di level 5.809,86, diikuti indeks Nasdaq yang naik 0,75 persen di level 18.413,91.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikei melemah 393,10 poin atau 1,03 persen ke 37.750,19, indeks Shanghai menguat 146,09 poin atau 0,71 persen ke 20.635,71, indeks Hang Seng menguat 4,36 poin atau 0,13 persen ke 3.284,62, dan indeks Strait Times melemah 9,44 poin atau 0,26 persen ke 3.595,50.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.