Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budayawan: Sumpah Pemuda Mesti jadi Momentum Hidupkan Bahasa Indonesia

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 20:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budayawan: Sumpah Pemuda Mesti jadi Momentum Hidupkan Bahasa Indonesia Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Budayawan Hilmar Farid (kiri) dalam diskusi bertajuk "Bahasa, Kuasa, Sumpah Pemuda" di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/10)

JAKARTA - Budayawan Hilmar Farid menyebut Sumpah Pemuda mesti bisa menjadi momen untuk terus menghidupkan Bahasa Indonesia.

"Bahasa Indonesia kan dulu digunakan sebagai alat perjuangan kemerdekaan, berbasis hukum adat dan keberagaman yang ada di masyarakat. Dasar keyakinan kita bersatu justru karena keberagaman itu. Jadi, Sumpah Pemuda jangan dibatasi hanya sekadar seremoni," kata Hilmar Farid dalam diskusi di Jakarta, Jumat (25/10).

Hilmar menegaskan Bahasa Indonesia tidak bisa hanya dibatasi sebagai alat komunikasi, tetapi mesti diluruskan kembali sesuai tujuan awal Sumpah Pemuda pada tahun 1928, yakni memasukkan Bahasa Indonesia dalam ranah publik.

"Sumpah Pemuda waktu itu kan tujuan utamanya untuk memasukkan Bahasa Indonesia dalam ranah publik. Bahasa Indonesia punya kandungan untuk mempengaruhi, jadi jangan hanya dilihat sebagai alat komunikasi, tetapi itu adalah adalah realitas, dan bahasa itu menciptakan realitas," ujar Hilmar Farid.

Hilmar yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menjelaskan untuk lebih memperluas kosakata Bahasa Indonesia yang saat ini sekitar 50 persennya merupakan kata serapan dari bahasa lain, dibutuhkan seorang konduktor untuk menyatukan keberagamannya.

"Kita perlu mencari konduktor yang bisa mengorkestrasi keragaman, bukan soal ketepatan, tetapi secara kontekstual bisa mengorganisasikan Bahasa Indonesia, jadi saya rasa investasinya perlu di situ, bagaimana meningkatkan kemampuan menerjemahkan berbagai ekspresi, sehingga bisa menjembatani masyarakat," ucap dia.

Ia juga mengemukakan Sumpah Pemuda sebagai suatu peristiwa sebetulnya sangat cepat dilupakan. Oleh karena itu masyarakat perlu diingatkan kembali bahwa sumpah tersebut merupakan bagian dari perjuangan sosial, sehingga Bahasa Indonesia perlu terus hidup dan keluar dari batas-batas kolonialisme.

"Mengenai Sumpah Pemuda, sebenarnya sebagai peristiwa dia cepat dilupakan, padahal memperjuangkan Bahasa Indonesia saat itu adalah artikulasi bagi perjuangan sosial, dan yang menjadi masalah itu, warisan kolonial sampai saat ini masih ada," papar Hilmar Farid.

Menurut dia, untuk menjadi bangsa yang besar, perlu ada kesinambungan antara ide dan kenyataan yang ada di dalam masyarakat melalui Bahasa Indonesia yang digunakan untuk bertutur.

"Jangan mereduksi Indonesia sebagai salah satu proyek geografis saja. Indonesia ini ide, bangsa yang melahirkan hubungan antara ide, kenyataan, alat ungkap, penuturannya, jadi terus utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing," tutur Hilmar Farid. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.