Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belanda dan Inggris Berebut Tanah Afrika Selatan

📅 Jumat, 25 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Belanda dan Inggris Berebut  Tanah Afrika Selatan Doc: Istimewa

Kolonialisme di Afrika Selatan melewati beberapa periode besar dan tidak terbatas pada satu kekuatan kolonial seperti yang dikira banyak orang. Dua negara Eropa yaitu Belanda dan Inggris bersaing untuk menguasai wilayah di ujung selatan benua ini.

Tindakan kolonialisme oleh Belanda dan Inggris meninggalkan jejak yang tidak terhapuskan di tanah yang kemudian disebut dengan Afrika Selatan. Selain warisan pilu, penjajahan meninggalkan warisan dalam kebijakan, arsitektur, agama, bahasa, dan susunan genetik orang-orang yang menyebut Afrika Selatan sebagai tanah air.

Setelah perginya Portugis, pijakan Eropa di Afrika Selatan dimulai dengan kedatangan utusan Belanda pada tahun 1652. Di bawah kepemimpinan Jan van Riebeeck dari Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), perintahnya adalah membangun stasiun pengisian ulang yang mencakup pembangunan benteng.

Lokasinya berada di sebuah wilayah yang sekarang disebut dengan Cape Town sekaligus menjadi kota yang didirikan penjajah tertua di Afrika Selatan. Lokasi ini dipilih karena berada di titik tengah yang vital antara Eropa dan Hindia Timur, tempat para pedagang dapat singgah di pelabuhan dan memulihkan persediaan mereka.

Pada masa-masa awal, kelangsungan hidup pemukiman ini bergantung pada perdagangan dengan masyarakat setempat, Khoikhoi. Orang-orang penggembala ini yang menggunakannya secara musiman sebagai padang rumput untuk ternak mereka.

Ketika kapal-kapal Eropa mendarat di pantai Table Bay, mereka bertemu dengan Khoikhoi. Pada bulan-bulan musim panas, suku mereka berpindah-pindah di antara daerah Table Bay, Swartland, dan Saldanha Bay untuk mencari padang rumput segar bersama kawanan ternak mereka.

Namun hubungan antara Belanda dan suku-suku asli seringkali tegang. Perampasan tanah secara bertahap oleh para pemukim Belanda untuk tempat tinggal dan mendukung industri menciptakan konflik di antara mereka.

Perlahan Belanda mulai menguasai tempat ini. Banyak perusahaan yang menjadi ciri khas kendali Belanda atas Cape didirikan. Diantara jenis usaha menonjol yang memiliki dampak besar pada masa depan Cape Town adalah anggur dan perbudakan.

Pada tahun-tahun setelah berdirinya Cape Town, VOC mulai mengirim orang-orang yang diperbudak ke koloni baru mereka di benua Amerika. Mereka sebagian besar berasal dari Hindia Timur dan termasuk orang-orang dari Malaysia, Sri Lanka, India, dan Indonesia. Orang-orang yang diperbudak juga datang dari Madagaskar dan Mozambik.

Orang-orang yang diperbudak di Cape memiliki andil besar dalam membentuk ekonomi dan masyarakat. Jumlah budak setidaknya sama dengan jumlah penjajah dan mereka bekerja di seluruh koloni, dengan banyak dari mereka bekerja di tanah subur di barat daya benua.

Beberapa suku Khoisan dan suku Afrika Selatan lainnya juga diperbudak saat dibutuhkan dan saat permintaan tinggi. Dengan demikian, kelompok populasi yang diperbudak memiliki keragaman latar belakang etnis yang sangat besar. Selain kelompok genetik ini, ada juga pemukim Eropa yang kawin silang dengan orang-orang yang diperbudak.

Hanya tiga tahun setelah Belanda mendirikan Cape Town, mereka mencoba menanam anggur. Alasannya jelas, anggur dimaksudkan untuk menyediakan buah dan vitamin C bagi awak kapal guna menangkal penyakit kudis.

Upaya pertama tidak menggembirakan, tetapi dengan kedatangan para imigran termasuk kaum Huguenot Prancis yang membawa pengetahuan tentang pemeliharaan anggur, perkebunan anggur menjadi ciri khas di Cape Town dan sekitarnya. Botol anggur lokal pertama diproduksi pada tahun 1659.

Penerus Jan van Riebeeck, Simon van der Stel, sangat tertarik dengan industri ini, dan pada tahun 1685 ia membeli sebidang tanah seluas 750 hektare untuk meningkatkan produksi anggur. Daerah ini, yang dikenal sebagai Constantia, masih menghasilkan anggur hingga saat ini. Putra Simon van der Stel, Adriaan, yang juga menjadi Gubernur Cape, melanjutkan bisnis ayahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.