Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pacu Pertumbuhan Berkualitas

📅 Kamis, 24 Okt 2024, 22:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pacu Pertumbuhan Berkualitas Doc: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Ket. Pengentasan Kemiskinan

JAKARTA - Pemerintah harus mampu mengejar pertumbuhan berkualitas ketimbang hanya mengejar angka pertumbuhan delapan persen. Masalah kemiskinan dan penurunan kelas menengah harus diselesaikan guna memperkuat daya saing perekonomian nasional.

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, mendorong pemerintahan baru menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Dia menegaskan cara pandang baru terhadap pertumbuhan ekonomi menemukan momentumnya di awal pemerintahan baru.

Momentum dimulainya pemerintahan baru juga harus dibarengi dengan cara pandang baru dalam merancang pertumbuhan ekonomi ke depan. "Pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak cukup, namun juga harus berkualitas. Apa yang membuatnya berkualitas? Pertama, pertumbuhan itu harus serta-merta menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak," tegasnya, Kamis (24/10).

Kedua, harus berdampak ke penurunan tingkat ketimpangan. Ketiga, mengurangi kemiskinan. "Jadi, masyarakat merasakan langsung pertumbuhan itu, bukan sekadar angka statistik," ujar Kholid.

Data yang menunjukkan rendahnya kualitas pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yaitu turunnya tingkat penciptaan lapangan kerja, masih buruknya tingkat kesenjangan ekonomi, dan stagnasi penurunan kemiskinan. "Kalau kita lihat rasio komponen pertumbuhan ekonomi, misalnya investasi terhadap penyerapan tenaga kerja kita, (angkanya) turun jika dibandingkan sepuluh tahun lalu," ungkapnya.

Merujuk data Apindo pada 2022, imbuhnya, setiap satu triliun rupiah investasi cuma bisa menyerap 1.379 tenaga kerja. Padahal, pada 2013, investasi sebesar satu triliun rupiah bisa menyerap sampai 4.594 tenaga kerja.

"Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa 15 tahun terakhir, penciptaan lapangan kerja formal selama semakin menurun. Per Februari tahun ini, 59,17 persen dari 142,18 juta angkatan kerja bekerja di sektor informal. Itu setara 84,13 juta orang. Jadi, lebih banyak yang bekerja di sektor informal daripada formal," jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Kualitas pertumbuhan ekonomi juga, kata Kholid, belum berdampak ke penurunan ketimpangan dan kemiskinan. Mengutip Celios baru-baru ini, kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia setara dengan kekayaan 50 juta orang Indonesia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurutnya, demi tercapainya Indonesia Emas 2045 dan supaya lepas dari middle income trap, target pertumbuhan ekonomi 8 persen itu harus berkualitas. "Dengan rata-rata pertumbuhan sepuluh tahun terakhir yang sekitar 5 persen, butuh inovasi dan upaya ekstra untuk bisa sampai di tingkat itu," pungkasnya.

Tantangan Besar

Pengamat ekonomi Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat, mengatakan Indonesia bertekad menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang akan disegani. Namun, faktanya tantangan saat ini cukup besar, seperti masalah kemiskinan dan penurunan masyarakat kelas menengah.

"Hal ini akan berdampak kepada daya saing, produktivitas akan berdampak ke APBN, sementara APBN itu alat strategis supaya kita menjadi negara dengan ekonomi yang maju," ucap Rosdiana secara terpisah.

Masalah kemiskinan dan penurunan kelas menengah ini, menurutnya, dapat mengancam pertumbuhan sebab struktur produk domestik bruto (PDB) nasional masih didominasi konsumsi rumah tangga, yakni sekitar 55 persen. Deflasi lima bulan terakhir menggambarkan konsumsi yang melambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.