Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bilingualisme Membuat Konektivitas Otak Lebih Efisien

📅 Senin, 21 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Orang dengan kemampuan bilingual menunjukkan konektivitas yang lebih tinggi antara area pemrosesan visual yang terletak di bagian belakang otak, area yang terspesialisasi dalam mendeteksi karakteristik visual suatu objek.

Orang bilingual juga tercatat ternyata memiliki dua manfaat kognitif dan keuntungan ganda seiring bertambahnya usia.

Berinteraksi

Untuk studi ini, para ilmuwan merekrut 151 peserta yang berbicara dalam bahasa Prancis, Inggris, atau kedua bahasa tersebut dan mencatat usia saat mereka mempelajari bahasa kedua. Peserta dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) dalam keadaan istirahat untuk merekam konektivitas seluruh otak, alih-alih berfokus pada wilayah tertentu seperti yang dilakukan dalam studi bilingualisme sebelumnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pemindaian fMRI mengungkapkan bahwa peserta bilingual memiliki konektivitas yang lebih tinggi antara wilayah otak dibandingkan peserta monolingual, dan konektivitas ini lebih kuat pada mereka yang mempelajari bahasa kedua di usia yang lebih muda. Efek ini khususnya kuat antara otak kecil dan korteks frontal kiri.

Hasil studi ini mencerminkan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa area otak tidak bekerja sendiri, tetapi berinteraksi dengan area lain untuk memahami dan menghasilkan bahasa. Penelitian juga menunjukkan bahwa efisiensi seluruh otak membantu kinerja kognitif.

Studi terbaru ini mengungkap lebih banyak tentang bagaimana bilingualisme mempengaruhi koneksi otak yang kita gunakan untuk berpikir, berkomunikasi, dan mengalami dunia di sekitar kita.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa mempelajari bahasa kedua selama masa kanak-kanak membantu membangun organisasi otak yang lebih efisien dalam hal konektivitas fungsional," kata Zeus Gracia Tabuenca, penulis pertama makalah tersebut.

"Hasilnya menunjukkan bahwa semakin awal pengalaman bahasa kedua, semakin luas area otak yang terlibat dalam neuroplastisitas. Itulah sebabnya kami mengamati konektivitas otak kecil yang lebih tinggi dengan korteks pada paparan bahasa kedua sebelumnya," imbuh dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Keluar dari RS Polri, Kuasa...
Daerah
Gunung Ile Lewotolok Erupsi...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp83.550/...
Megapolitan
Sudinbud Jaksel Gelar Kegia...
Luar Negeri
Iran-AS Rampungkan Draf Pel...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Momentum Perkuat Wisata Dalam Negeri
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.