Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres Ingatkan Pentingnya Koordinasi di Kabinet

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wapres Ingatkan Pentingnya Koordinasi di Kabinet Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Wakil Presiden Ma’ruf Amin (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kiri) tiba untuk memberikan arahan percepatan pembangunan dan otonomi khusus Papua kepada sejumlah tokoh dan kepala daerah Papua di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (18/10/2024). Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin berpesan agar segera menyelesaikan agenda yang masih tertunda seperti pembangunan prasarana pemerintahan, manajemen SDM, dan pengelolaan keuangan daerah demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah dan penyediaan layanan publik.

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'uf Amin mengingatkan akan pentingnya koordinasi dalam kabinet agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan sesuai koridornya.

Hal tersebut diungkapkan Wapres menanggapi terkait dengan banyaknya jumlah kementerian pada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. "Saya kira pembagian pekerjaan untuk wilayah kerja pembidangannya saya kira tidak ada masalah, tetapi yang penting itu koordinasi," kata Wapres memberikan keterangan pers usai acara silaturahmi Wakil Presiden beserta Ibu Wury Ma'ruf Amin dengan keluarga besar Setwapres di Istana Wapres, Jakarta, kemarin.

Wapres menekankan bahwa yang terpenting adalah setiap kementerian koordinator dapat mengoordinasikan dengan baik kementerian-kementerian lainnya agar berjalan efektif. "Kementerian atau menteri koordinator di satu sisi ya yang melakukan koordinasi terhadap kementerian-kementerian itu harus berjalan efektif, kolaboratif, dan itu dilaksanakan dengan baik koordinasinya," kata Wapres.

Oleh karena itu, Wapres tidak mempermasalahkan banyaknya kementerian pada pemerintahan Prabowo-Gibran, asalkan koordinasi berjalan baik. "Saya kira banyaknya kementerian itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi, kalau koordinasinya tidak berjalan, nah itu nanti menjadi masalah. Itu saja saya kira harapan saya," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 49 tokoh yang disebut sebagai calon menteri diundang untuk bertemu Prabowo di rumahnya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

Mereka dipanggil untuk ditempatkan di posisi pos kementerian yang telah dipersiapkan Prabowo. Para tokoh itu terdiri dari politisi, akademisi, hingga menteri era Presiden Joko Widodo.

Kemudian pada Selasa (15/10), sekitar 59 calon wakil menteri maupun calon kepala badan bertemu dengan Prabowo di kediamannya.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Najamudin menilai banyaknya menteri dalam kabinet Presiden Terpilih Prabowo Subianto nantinya untuk memastikan terwujudnya stabilitas politik dan persatuan nasional.

Menurut dia, bangsa Indonesia terlalu besar dan kompleks untuk dikerjakan oleh satu atau dua kelompok, sehingga Prabowo merasa harus melibatkan lebih banyak putra-putri terbaik bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.