Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Markas Partai Berkuasa Jepang Diserang Bom Molotov, Pelaku Ditangkap

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Markas Partai Berkuasa Jepang Diserang Bom Molotov, Pelaku Ditangkap Doc: CNA/AP/Kyodo News
Ket. Mobil polisi tampak di depan markas besar Partai LDP di Tokyo setelah seorang pria melempari bom molotov pada 19 Oktober 2024.

TOKYO - Seorang pria melemparkan beberapa bom molotov ke markas besar partai berkuasa Jepang di Tokyo pada hari Sabtu (19/10), demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik NHK dan media Jepang lainnya. Tidak ada laporan korban luka.

Kepolisian Tokyo menolak berkomentar dengan alasan masalah masih dalam penyelidikan. Pria yang ditangkap di tempat kejadian, menabrakkan mobilnya ke pagar di dekatnya, demikian laporan media. Motif penyerangannya belum jelas.

Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa semakin tidak populer di kalangan masyarakat karena skandal uang yang membengkak yang melibatkan pendanaan yang meragukan dan dugaan penggelapan pajak.

Partai tersebut menolak berkomentar mengenai serangan hari Sabtu itu dan mengarahkan semua pertanyaan kepada polisi.

Pemungutan suara untuk majelis rendah Parlemen ditetapkan tanggal 27 Oktober. Beberapa politisi yang tercoreng nama baiknya kehilangan dukungan resmi dari partai yang berkuasa tetapi mencalonkan diri sebagai calon independen.

Partai tersebut baru-baru ini memilih pemimpin baru, Perdana MenteriShigeru Ishiba, dengan harapan dapat menampilkan citra baru. Namun jajak pendapat menunjukkan popularitasnya menurun, meskipun masih belum jelas apakah mereka akan kehilangan cengkeraman mayoritas di majelis rendah dalam pemilihan mendatang mengingat oposisi yang terpecah-pecah.

Beberapa kandidat pernah dicemooh, hal yang jarang terjadi dalam budaya Jepang.

Partai Demokrat Liberal telah memerintah Jepang hampir tanpa henti selama beberapa dekade terakhir. Mereka dianggap memimpin Jepang saat negara itu menjadi pusat kekuatan ekonomi setelah kehancuran akibat Perang Dunia II.

Perdana Menteri saat itu Shinzo Abe dibunuh pada tahun 2022 saat menyampaikan pidato untuk kandidat partai yang berkuasa selama pemilihan parlemen.

Pelaku menggunakan senjata api rakitan, dan mengatakan ia membenci Abe karena ibunya memberikan semua uang keluarga kepada Gereja Penyatuan. Ia melihat Abe berafiliasi dengan gereja itu. Hubungan semacam itu masih berlangsung dengan beberapa politisi partai yang berkuasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.