Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Ebola! Sudan Disapu Wabah Kolera Mematikan, 114 Orang Tewas

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 18:52 WIB | Oleh:
Bukan Ebola! Sudan Disapu Wabah Kolera Mematikan, 114 Orang Tewas Doc: AFP/Getty Images

MOSKOW - Jumlah kasus kolera di Sudan telah mencapai 1.330 kasus, termasuk 114 kasus kematian, kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Sudan, Shible Sahbani, Jumat (10/7).

"Kolera kembali muncul dan menyerang sejumlah negara bagian, terutama di wilayah barat Sudan, Darfur dan Kordofan," kata Sahbani di Jenewa.

Ia menjelaskan saat ini terdapat "lebih dari 1.330 kasus terkonfirmasi dan 114 kasus kematian akibat penyakit tersebut. Kolera sebenarnya dapat dicegah, tetapi berpotensi menyebabkan kematian jika tidak segera diobati", seperti dikutip UN News.

Menurutnya, tingkat kasus kematian Kolera telah mencapai 13,7 persen, jauh di atas ambang batas WHO sebesar 1 persen.

Selain Kolera, wabah demam berdarah, malaria, campak, meningitis, dan hepatitis E juga dilaporkan di sejumlah provinsi, katanya.

"Kami meminta para mitra dan donor untuk membantu kami agar dapat mengakses dan mengirim pasokan dan fasilitas yang cukup di El-Obeid. Namun, kami tahu bahwa situasi di sana sangat, sangat buruk dan semakin memburuk dengan risiko wabah penyakit yang lebih tinggi, malnutrisi, kekerasan, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak," katanya.

Ia menegaskan bahwa WHO telah mengirim 64 metrik ton pasokan pengobatan kolera ke Sudan.

Perwakilan Komite Internasional Palang Merah di Sudan, Adnan Hezam, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa sekitar 80 persen fasilitas layanan kesehatan di daerah yang terimbas konflik tidak lagi berfungsi, sehingga sebagian besar masyarakat tidak mempunyai akses perawatan medis.

Sudan menyaksikan pertempuran sengit sejak April 2023 yang melibatkan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat pimpinan Mohamed Hamdan Dagalo, dan militer Sudan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Luar Negeri
Lansia Kuasai Populasi Jepa...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.