Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin UE Desak Undang-undang Baru Percepat Pemulangan Migran

📅 Jumat, 18 Okt 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemimpin UE Desak Undang-undang Baru Percepat Pemulangan Migran Doc: AP/GEERT VANDEN WIJNGAERT
Ket. Para pemimpin Uni Eropa tiba untuk berfoto bersama dalam pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels, Kamis, 17 Oktober 2024.

BRUSSELS - Para pemimpin Uni Eropa pada hari Kamis (17/10) menyerukan legislasi baru yang mendesak untuk meningkatkan dan mempercepat kepulangan migran.

Ke-27 pemimpin Eropa mengatakan pembicaraan mereka yang berlangsung seharian penuh itu meliputi diskusi "mendalam" mengenai migrasi -- sebuah isu yang telah menjadi agenda politik menyusul perolehan suara kelompok sayap kanan di beberapa negara.

"Dewan Eropa menyerukan tindakan tegas di semua tingkatan untuk memfasilitasi, meningkatkan, dan mempercepat pengembalian dari Uni Eropa," tulis mereka dalam kesimpulan pertemuan puncak, meminta Komisi Eropa untuk mengajukan undang-undang baru.

Cara-cara baru untuk mencegah dan menanggulangi migrasi ilegal juga harus dipertimbangkan, demikian bunyi teks tersebut, yang tampaknya merujuk pada usulan kontroversial untuk mendirikan pusat-pusat pemulangan di luar Uni Eropa, yang tidak disebutkan secara langsung.

Langkah seperti itu tidak akan "sepele" tetapi telah didiskusikan, kata kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen dalam konferensi pers.

Saat ini kurang dari 20 persen orang yang diperintahkan meninggalkan Uni Eropa, dikembalikan ke negara asal mereka, menurut data UE.

Perdana Menteri Italia yang berhaluan kanan garis keras Giorgia Meloni mengadakan pembicaraan tentang migrasi menjelang acara utama dengan 10 negara yang berpikiran sama, termasuk Denmark, Belanda, Hungaria, dan Yunani.

Sebagai bentuk penghormatan kepada semakin besarnya pengaruh para pengkritik imigrasi, von der Leyen juga hadir.

Namun, masih ada perbedaan pendapat mengenai langkah selanjutnya, tanpa rencana konkret yang dituangkan dalam teks akhir. Ketidaksepakatan menyebabkan upaya sebelumnya untuk merombak aturan pemulangan migran gagal pada tahun 2018.

Solusi Inovatif

Beberapa negara mendinginkan gagasan yang lebih radikal, von der Leyen mengakui bahwa "pertanyaan terbuka" masih ada terkait pembentukan apa yang disebut "pusat kepulangan" -- sebuah isu yang sarat dengan kekhawatiran hukum dan etika.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan skema semacam itu menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi dan menekankan perlunya rute migrasi reguler di tengah kekurangan tenaga kerja dan populasi yang menua.

"Migrasi yang tertib dan bertanggung jawab merupakan respons terhadap tantangan demografi yang dihadapi Eropa," katanya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Berlin lebih menyukai penerapan awal pakta migrasi penting yang disepakati tahun ini, yang memperketat prosedur perbatasan dan mengharuskan negara-negara untuk menerima pencari suaka dari negara-negara "garis depan" atau menyediakan uang dan sumber daya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.