Tiongkok akan Gunakan Kekuatan atas Taiwan
📅 Kamis, 17 Okt 2024, 02:26 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/WALID BERRAZEG
BEIJING - Tiongkok tidak akan berjanji untuk menghentikan penggunaan kekuatan atas Taiwan terutama ditujukan jika ada campur tangan eksternal dan sebagian kecil separatis, demikian pernyataan dari Kantor Urusan Taiwan di Tiongkok pada Rabu (16/10) menyusul adanya latihan perang terbaru Tiongkok di sekitar pulau itu.
Tiongkok yang menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, menggelar latihan militer berskala besar di sekitar pulau itu pada 13 Oktober yang katanya merupakan peringatan terhadap tindakan separatis menyusul pidato hari nasional pekan lalu oleh Presiden Taiwan, Lai Ching-te.
"Kami bersedia berjuang untuk prospek reunifikasi damai dengan ketulusan dan usaha yang maksimal," kata Chen Binhua, juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Tiongkok, dalam jumpa pers rutin di Beijing. "Namun kami tidak akan pernah berkomitmen untuk menghentikan penggunaan kekuatan," imbuh dia.
Chen pun menuturkan bahwa penggunaan kekerasan ditujukan pada campur tangan kekuatan eksternal yang merujuk pada Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, serta sejumlah kecil separatis Taiwan, bukan terhadap mayoritas rakyat Taiwan.
"Tidak peduli berapa banyak pasukan yang dimiliki Taiwan dan berapa banyak senjata yang diperolehnya, dan tidak peduli apakah ada kekuatan eksternal yang campur tangan atau tidak, jika (Taiwan) berani mengambil risiko, itu akan membawa kehancurannya sendiri," tegas dia. "Tindakan kami untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial tidak akan berhenti sedetik pun," imbuh Chen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jadi Bumerang
Sejauh ini pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dengan mengatakan hanya rakyat pulau itu yang dapat menentukan masa depan mereka.
Berbicara kepada wartawan di Taipei pada Rabu, direktur jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, mengatakan latihan militer Tiongko telah menjadi bumerang, mengingat kecaman internasional yang ditimbulkannya, terutama dari Washington DC.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Latihan militer komunis Tiongkok telah menciptakan efek negatif karena membuat komunitas internasional lebih mendukung Taiwan," ungkap Tsai.
Presiden Lai dalam pidatonya pada tanggal 10 Oktober lalu mengatakan bahwa Tiongkok tidak memiliki hak untuk mewakili Taiwan, tetapi pulau itu bersedia bekerja sama dengan Beijing untuk memerangi tantangan seperti perubahan iklim, dengan menyampaikan nada tegas dan mendamaikan yang menurut para pejabat Taiwan merupakan perwujudan niat baik terhadap Beijing.
Namun Chen saat menanggapi pidato Presiden Taiwan itu mengatakan bahwa Lai tetap berpegang teguh pada posisi separatisnya yang tak bisa diubah. "Tidak ada niat baik yang patut dibicarakan," ucap Chen.
Presiden Lai sebenarnya telah berulang kali menawarkan pembicaraan dengan Tiongkok tetapi selalu ditolak.
Militer Tiongkok pada 13 Oktober lalu membuka peluang untuk melakukan lebih banyak latihan militer di sekitar Taiwan tergantung pada tingkat provokasinya.
Menurut Tsai, pemerintahnya akan tetap waspada terhadap tindakan militer Tiongkok lebih lanjut. "Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan apapun," pungkas dia. ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!