Italia Menyimpan Ratusan Koleksi Etnografis Indonesia, Haruskah Kita Repatriasi?
📅 Kamis, 17 Okt 2024, 15:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSalah satu jalan tengah yang dapat dilakukan adalah mengakui keberadaan dan signifikansi objek-objek diaspora Indonesia yang ada di berbagai negara di dunia.
Melalui pendataan, dokumentasi, dan penyediaan akses terbuka, pemerintah dapat tetap 'memantau' keberadaan objek-objek budaya Indonesia sambil menyediakan akses terbuka bagi para peneliti dan mahasiswa yang berminat meneliti objek-objek tersebut.
Program Mapping Philippine Material Culture yang didukung oleh Philippine Studies di School of Oriental and African Studies (SOAS), Inggris, telah melakukan hal ini. Seperti namanya, program ini bertujuan melakukan inventarisasi digital objek-objek budaya Filipina, baik koleksi museum maupun koleksi privat, yang tersebar di luar negeri.
Gerakan dekolonisasi dan repatriasi telah menjadi tren di berbagai museum . Ini memberi ruang bagi negara dan komunitas asal kebudayaan untuk terlibat lebih dalam dengan koleksi mereka yang berada di negara lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah juga bisa melakukan dekolonisasi koleksi-koleksi etnografis Indonesia, seperti melalui sharing narrative (berbagi narasi) dan akses digital terbuka bagi masyarakat.
Dengan begitu, generasi selanjutnya tetap bisa merunut dan mengetahui akar sejarah suku-suku asli Indonesia meski artefak fisiknya berada di luar negeri.![]()
Ahmad Ginanjar Purnawibawa, Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Ganesha
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!