Perkuat Daya Saing Teknologi, Kemenperin Konsisten Bangun Industri Semikonduktor RI
📅 Selasa, 13 Jan 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk membangun dan memperkuat industri semikonduktor nasional secara konsisten sebagai bagian dari upaya transformasi industri berbasis teknologi tinggi.
Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di rantai pasok global.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (13/1), menyatakan komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan struktur industri nasional serta pendalaman hilirisasi berbasis inovasi.
Pihaknya menilai industri semikonduktor merupakan fondasi penting bagi pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari elektronik, otomotif, hingga teknologi digital.
Kata dia, penguatan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah agenda baru, melainkan telah dijalankan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin telah secara aktif mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam pengembangan chip design. Upaya ini antara lain dimulai sejak 2019 dilanjutkan Hannover Messe tahun 2022, ketika Indonesia mulai membangun komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Menperin.
Upaya tersebut menjadi pintu masuk strategis bagi Indonesia untuk terlibat dalam rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur.
Pada ajang Hannover Messe, Kemenperin melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah perusahaan teknologi global sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan industri berbasis inovasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Konsistensi Kemenperin juga tercermin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat (AS), yakni Apple.
Kerja sama itu mencakup komitmen pengembangan kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC), dengan fokus utama pada pengembangan sumber daya manusia nasional serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Kerja sama ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya dalam pengembangan desain chip,” kata dia lagi.
Lebih lanjut, Menperin menyampaikan apresiasi kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) karena program pengembangan chip design telah masuk dalam Blue Book Bappenas dan dijalankan melalui ICDeC.
Masuknya proyek tersebut dalam perencanaan nasional menunjukkan bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian, dan bagian dari strategi pembangunan jangka menengah hingga panjang.
Untuk mendukung implementasi peta jalan tersebut, Kemenperin juga menyiapkan infrastruktur fisik pengembangan chip design, salah satunya melalui penyediaan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai pusat kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!