Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan 'Stunting' Jangan Seremonial Belaka

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 02:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penanganan 'Stunting' Jangan Seremonial Belaka Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto dalam acara pembelajaran dan praktik baik implementasi program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) di kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (15/10).

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan akan pentingnya penanganan stunting dilakukan secara lebih konsisten dan tidak sekadar seremonial belaka.

"Pada Bulan Juni sudah dilaksanakan intervensi dan pengukuran serentak se-Indonesia, yang memprihatinkan dari 5,8 juta data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), yang diintervensi balitanya baru 4,41 persen atau 268 ribu balita. Ini catatan autokritik, kita berhenti di seremonial pengukuran bulan timbang," kata Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto di Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (15/10).

Ia memaparkan setelah penimbangan serentak di Bulan Juni, pada Bulan Juli 2024, intervensinya semakin menurun jadi 1,7 persen atau 97.858 balita, sedangkan di Bulan Agustus 2024, jumlah balita yang diintervensi semakin menurun lagi menjadi hanya 0,8 persen atau 43.585.

"Konsistensi intervensi di lapangan pada level mikro itu masih lemah dan sangat jauh dari harapan," ujar dia.

Tavip juga mengemukakan beberapa indikator lain masih perlu menjadi perhatian, seperti balita gizi kurang mendapatkan asupan makanan, targetnya masih jauh dari harapan, sedangkan status gizi balita Indonesia, balita dengan berat badan kurang juga semakin meningkat, dan balita dengan berat badan yang melebihi normal juga naik.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita secara intensif yang memberikan korelasi positif terhadap penurunan stunting. "Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, korelasi stuntingnya juga turun, selain itu, intervensi terhadap pelayanan keluarga berencana (KB) pascapersalinan, kehamilan yang tidak diinginkan, cakupan calon pasangan usia subur, intervensi pada air minum yang tidak layak juga berhasil menurunkan angka stunting," paparnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sundoyo menekankan pentingnya mengubah pola atau strategi penurunan stunting sejak bayi dalam kandungan.

"Pola atau strategi penurunan stunting harus kita ubah, stunting mestinya bisa kita cegah mulai dari bayi dalam kandungan, yang harus kita berikan kualitas antenatal care (pemeriksaan ibu hamil dan janin) selama sembilan bulan," ujar dia.

Ia menyebutkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah menyediakan ultrasonografi atau USG di beberapa puskesmas, sehingga BKKBN dengan sumber daya tim pendamping keluarga perlu terus mengedukasi ibu hamil agar memeriksakan kandungannya.

"BKKBN punya sumber daya luar biasa, karena BKKBN punya tim pendamping keluarga, jadi perlu terus dilakukan, bagaimana ibu-ibu dirayu ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya," ucapnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.