Ini Tangan-tangan Pemoles Talenta Istimewa
📅 Rabu, 16 Okt 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim PenulisWinarno mengaku sangat senang dengan pekerjaannya. Untuk itu, dia menekuninya dengan serius. Berbagai pelatihan terkait atlet disabilitas diikutinya supaya pengetahuannya senantiasa berkembang.
Hasilnya, Winarno setidak-tidaknya sudah 15 atlet lari Jawa Tengah yang diantarnya hingga ke tingkat nasional.
Salah satu di antaranya adalah atlet tunanetra Muhammad Dimas Ubaidillah yang berada di bawah gemblengan Winarno sejak tahun 2018.
Dimas, yang masih berumur 21 tahun dengan klasifikasi paraatletik T11 atau buta total, sukses merebut medali emas di Asian Youth Para Games 2021 di Bahrain, emas di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2021, medali perak dan perunggu di ASEAN Para Games 2022 serta dua perak dan satu perunggu di ASEAN Para Games 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkini, di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024, Solo, Dimas merebut dua medali emas dari nomor lari estafet 4x100 T11-T13 putra.
Selain Dimas, ada pula Maria Vitasari, atlet lari CP putri yang baru berusia 15 tahun tetapi mampu menggondol medali emas nomor lari 100 meter T37-38 putri di Peparnas 2024.
"Saya bangga melihat teman-teman atlet sukses. Saya berharap masa depan mereka lebih cerah lagi di masa depan," kata Winarno.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan hanya mengasah potensi, pelatih juga berperan sebagai pencari atlet berbakat untuk dibina lebih lanjut di NPCI.
David Halomoan Sihaloho, yang nyaris 10 tahun menjadi pelatih judo tunanetra di NPCI Riau, menyampaikan bahwa dirinya harus berkeliling wilayah demi calon-calon atlet disabilitas.
Salah satu atlet yang menarik perhatiannya adalah Amiyah, ibu rumah tangga yang menderita penglihatan lemah (low vision).
David kemudian mengarahkannya ke judo tunanetra. Ternyata, Amiyah memiliki kekuatan dan konsentrasi yang memadai untuk menjadi seorang judoka.
"Dia terus berlatih dan kemampuannya berkembang. Terbukti dia berhasil seperti sekarang," tutur David.
Di Peparnas 2021 Papua, yang menjadi Peparnas perdananya, Amiyah menggondol medali emas di nomor kelas -43 kilogram J2 putri. J2 merupakan klasifikasi untuk atlet dengan penglihatan sangat terbatas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!