Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel Kecam Deklarasi Korut Tutup Area Perbatasan

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 02:19 WIB | Oleh:
Korsel Kecam Deklarasi Korut Tutup Area Perbatasan Doc: AFP/Jung Yeon-je
Ket. Tutup Perbatasan | Barikade dipasang dekat posko militer di jembatan Tongil di jalan raya menuju Kota Kaesong di Korut pada Rabu (9/10). Pemerintah Korsel pada Kamis (10/10) mengecam langkah Korut yang memutus jalan dan jalur kereta yang menghubungkan kedua Korea dan menyebut langkah Pyongyang itu sebagai perbuatan mengabaikan keinginan penduduk Korsel dan Korut untuk unifikasi.

SEOUL - Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) mengecam keras deklarasi Korea Utara (Korut) yang menyatakan akan memutus jalan dan jalur kereta yang menghubungkan kedua Korea serta membangun benteng pertahanan, sebagai tindakan antiunifikasi dan antinasional.

Perwakilan Kementerian Unifikasi dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan pada Kamis (10/10), mengkritik deklarasi yang diumumkan oleh staf umum Tentara Rakyat Korut untuk memisahkan wilayah Korsel dan Korut yang merupakan perbuatan mengabaikan keinginan penduduk Korsel dan Korut untuk unifikasi.

"Korut tidak menginformasikan Korsel tentang masalah yang terjadi saat ini dan hal itu tampaknya merupakan tindakan untuk menghindari kontak dengan Korsel sebagai langkah lanjut dari hubungan permusuhan antara kedua negara," ucap perwakilan tersebut seperti dilansir kantor berita KBS.

Sebelumnya, Staf umum Tentara Rakyat Korut melalui kantor berita KCNA pada Rabu (9/10), mengumumkan bahwa pihaknya memutus semua jalan raya dan jalur kereta yang menghubungkan kedua Korea serta menutup perbatasan dengan Korsel untuk mencegah kesalahpahaman dan konflik yang tidak disengaja, dan menyampaikan hal itu kepada pihak militer AS melalui pemberitahuan via telepon pada Rabu pagi.

Perwakilan kementerian tersebut menganalisis bahwa Kim Jong-un berturut-turut menyebut pidato Presiden Yoon Suk-yeol dalam upacara peringatan Hari Angkatan Bersenjata Nasional untuk secara internal menciptakan suasana krisis, membenarkan penanaman doktrin permusuhan terhadap Korsel, dan memperkuat kemampuan pertahanan negara, sementara secara eksternal menimbulkan kegelisahan konflik di dalam masyarakat Korsel. SB/KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.