Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemprov Sulteng untuk Antisipasi Deflasi Daerah

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemprov Sulteng untuk Antisipasi Deflasi Daerah Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Warga membawa barang belanjaan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (7/10/2024). Presiden Joko Widodo mengatakan terjadinya deflasi selama lima bulan beruntun harus dicek penyebabnya apakah dikarenakan pasokan yang baik atau memang disebabkan turunnya daya beli masyarakat.

Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk mengantisipasi dampak dari deflasi atau penurunan harga komoditas di daerah.

"Kami terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama lintas sektor dan pengambil kebijakan terkait," kata Asisten Bidang Perekonomi dan Pembangunan Sulteng Rudi Dewanto di Palu, Selasa.

Dia mencontohkan salah satu yang dilakukan saat ini, kerja sama dengan badan urusan logistik (Bulog). Dimana, ketika harga beras di pasaran turun, Bulog didorong untuk membeli hasil produksi petani dengan harga yang wajar. Selanjutnya, Bulog dapat menyimpan komoditas itu, dan menjualnya di saat harga kembali normal.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2024, Sulteng mengalami dua kali deflasi yakni 0,22 persen di bulan Juli dan 0,25 persen di bulan Agustus. Kemudian, bulan September mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Inflasi tahun kalender pada September 2024 dibandingkan Desember 2023 sebesar 0,96 persen. Pemerintah Provinsi Sulteng menetapkan inflasi tahun 2024 sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

"Sejauh ini, belum ada laporan dan keluhan terkait deflasi oleh petani maupun pelaku usaha khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," ungkapnya.

Rudi mengakui deflasi akan berdampak kepada masyarakat, tetapi sifatnya sementara. Namun, masyarakat Sulteng kata dia, juga memahami bahwa kondisi itu tidak lama, dan nantinya harga akan kembali normal.

Perhitungan inflasi di Sulteng dilakukan empat daerah yakni Kota Palu, Kota Luwuk di Kabupaten Banggai, Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tolitoli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.