Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sumut: Penambahan Areal tanam 97.000 Hektar Telah Terpenuhi

📅 Jumat, 04 Okt 2024, 16:54 WIB | Oleh:
Pemprov Sumut: Penambahan Areal tanam 97.000 Hektar Telah Terpenuhi Doc: ANTARA/Yudi
Ket. Seorang petani menamam benih padi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengatakan, program penambahan areal tanam hingga akhir September 2024 yang sudah ditanami padi mencapai 97.000 hektare telah terpenuhi.

"Alhamdulillah, target untuk penambahan jumlah areal tanam telah terpenuhi secara keseluruhan di Sumut," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Muhammad Juwaini di Medan, Jumat.

Juwaini mengatakan, program yang dibuat Kementerian Pertanian (Kementan) terdiri dari optimalisasi areal lahan rawa, padi gogo dan pompanisasi sawah sudah ditanami padi, seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Simalungun dan lainnya.

Lebih lanjut, Pemprov Sumut ditargetkan pada penambahan areal tanam ini yakni optimalisasi lahan rawa 30.148 hektare, padi gogo 17.148 hektare dan pompanisasi 49.704 hektare.

"Ditargetkan dari penanaman padi program penambahan areal tanam tersebut ditargetkan pada Desember sudah panen," kata Juwaini.

Ia menambahkan, diharapkan program Kementan ini dapat menghasilkan gabah kering panen mencapai 5,3 ton per hektare di wilayah tersebut.

Sepanjang tahun 2024, Pemprov Sumut menargetkan bisa memproduksi 2.648.660 ton beras yang didapatkan dari 4.158.022 gabah kering giling (GKG).

Dengan kebutuhan beras di Sumut pada 2024 diprediksi 2.127.141 ton beras, maka akan ada surplus 521.519 ton beras periode tersebut.

Adapun pengoptimalan lahan menjadi sawah merupakan program Kementan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Dengan harapan, adanya penambahan areal tanam di wilayah lebih dari 15 juta orang ini, dapat mencetak sawah yang ke depannya berkontribusi menjadi swasambada pangan pada 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.