Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Sosok yang Menyelamatkan Dunia dari Perang Nuklir di Tahun 1980-an

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 14:07 WIB | Oleh:

Mengantisipasi serangan, pasukan Soviet disiagakan tinggi dan bertugas memantau aktivitas musuh.

Pada tanggal 26 September 1983, Stanislav Yevgrafovich Petrov, seorang letnan kolonel di Pasukan Pertahanan Udara Soviet, ditugaskan untuk menggantikan seorang perwira tempur senior yang tidak dapat memenuhi tugas jaganya.

Pada hari kritis itu, Petrov adalah petugas jaga di pusat komando sistem peringatan dini nuklir Oko, yang terletak di bunker bawah tanah, tempat krisis siap terjadi.

Saat Petrov menatap monitor, sirene keras mulai berbunyi di bunker, dan layarnya berubah warna, yang menunjukkan serangan rudal akan segera terjadi. Sinyal lainnya menyusul dalam hitungan detik setelah sinyal pertama, dan ada indikasi bahwa lima rudal telah diluncurkan dari sebuah pangkalan di Amerika Serikat.

Namun, Petrov menganggap alarm itu palsu. Meskipun ia berkewajiban melaporkan ancaman tersebut kepada komandannya, ia memutuskan untuk menunggu.

Petrov tidak segera meningkatkan masalah tersebut melalui rantai komando, memilih untuk menunggu bukti yang menguatkan. Namun, tidak ada satu pun yang datang. Bahkan satu rudal pun tidak datang, yang membenarkan kecurigaan Petrov bahwa sistem peringatan kemungkinan tidak berfungsi dengan baik.

Selanjutnya, komputer mengidentifikasi empat rudal lagi yang menargetkan Uni Soviet saat mengudara. Meskipun Petrov tidak memiliki sarana untuk mengonfirmasi hal ini, ia meragukan keandalan sistem komputer. Ia menduga sistem itu tidak berfungsi lagi.

Keputusan ini mencegah terjadinya perang nuklir yang dapat terjadi jika Rusia melakukan serangan balasan berdasarkan sinyal tersebut. Selanjutnya, penyelidikan terhadap sistem peringatan satelit mengungkapkan bahwa sistem tersebut tidak berfungsi dengan baik.


Salah satu penyebab alarm palsu adalah keselarasan sinar matahari yang jarang terjadi pada awan di ketinggian tinggi. Sistem tersebut kemudian diperbaiki.

Kemudian, saat berbicara dengan BBC, Petrov mengenang, "Yang harus saya lakukan hanyalah meraih telepon; untuk menghubungi komandan tertinggi kami, tetapi saya tidak bisa bergerak. Saya merasa seperti sedang duduk di wajan penggorengan yang panas."

Meskipun demikian, uji tuntas dan pelanggaran protokol Petrov telah mencegah perang nuklir pada tanggal 26 September 1983, 41 tahun yang lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

40 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.