Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Perbarui Doktrin Penggunaan Senjata Nuklir Menjadi Lebih Agresif

📅 Senin, 30 Sep 2024, 17:51 WIB | Oleh:
Rusia Perbarui Doktrin Penggunaan Senjata Nuklir Menjadi Lebih Agresif Doc: Istimewa
Ket. Rudal balistik antarbenua Rusia diluncurkan dari kapal selam.

MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu (29/9), mengatakan akan segera memiliki kewenangan untuk menentukan apakah persyaratan penggunaan senjata nuklir terpenuhi, menyusul rencana yang diumumkan untuk merevisi doktrin nuklir negara itu.

"Ini adalah hak prerogatif para spesialis kami, militer kami, yang memantau secara ketat senjata yang digunakan dan bagaimana senjata itu digunakan," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan.

Dilansir oleh The Moskow Times, ia mengatakan militer bertanggung jawab untuk melacak "keterlibatan langsung" negara-negara Barat dalam perang di Ukraina.

Perubahan tersebut secara luas dilihat sebagai upaya Putin untuk menarik "garis merah" bagi Amerika Serikat dan sekutunya dengan mengisyaratkan bahwa Moskow akan mempertimbangkan untuk menanggapi dengan senjata nuklir jika mereka mengizinkan Ukraina untuk menyerang jauh ke dalam Rusia dengan rudal jarak jauh Barat.

Peskov menegaskan bahwa amandemen yang baru-baru ini diumumkan terhadap doktrin nuklir Rusia mulai terbentuk dan akan segera diformalkan secara hukum.

Perubahan-perubahan ini, katanya, diperlukan karena meningkatnya peran kekuatan nuklir dalam perang di Ukraina dan meluasnya kehadiran North Atlantic Treaty Organization di dekat perbatasan Rusia.

Minggu lalu, Presiden Vladimir Putin mengungkapkan rencana untuk memperluas aturan yang mengatur penggunaan senjata nuklir oleh Moskow, yang memungkinkan respons nuklir jika terjadi serangan udara "besar-besaran". Perubahan yang diusulkan juga akan memperlakukan serangan oleh negara-negara non-nuklir yang didukung oleh kekuatan nuklir sebagai serangan gabungan oleh keduanya.

Peskov mengatakan pada hari Kamis bahwa perubahan yang direncanakan "harus dianggap sebagai sinyal khusus" bagi negara-negara Barat saat mereka mempertimbangkan apakah akan mengizinkan Ukraina untuk menembakkan rudal jarak jauh jauh ke dalam wilayah Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.