104 Orang Tewas Akibat Banjir di Nepal Setelah Hujan Lebat Selama Dua Hari
📅 Minggu, 29 Sep 2024, 13:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Gopen Rai
KATHMANDU - Penduduk ibu kotaNepalyang dilanda banjir kembali ke rumah mereka yang berlumpur pada hari Minggu (29/9) untuk memeriksa puing-puing akibat banjir dahsyat yang telah menewaskan sedikitnya 104 orang di seluruh republik Himalaya itu.
Banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat sering terjadi di Asia Selatan selama musim hujan mulai bulan Juni hingga September, namun para ahli mengatakan perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya.
Seluruh lingkungan di Kathmandu terendam banjir selama akhir pekan. Banjir bandang dilaporkan terjadi di sungai-sungai yang mengalir melalui ibu kota dan kerusakan parah pada jalan raya yang menghubungkan kota tersebut dengan seluruhNepal.
Kumar Tamang, yang tinggal di daerah kumuh di tepi sungai, mengatakan kepada AFP dia dan keluarganya harus mengungsi setelah karena air mengalir deras ke gubuknya.
"Pagi ini kami kembali dan semuanya tampak berbeda," kata pria berusia 40 tahun itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bahkan tidak bisa membuka pintu rumah kami, karena penuh lumpur," tambahnya. "Kemarin kami khawatir air akan membunuh kami, hari ini kami tidak punya air untuk membersihkan."
Kementerian Dalam Negeri Nepalmengatakan 104 orang tewas di seluruh negeri dan 64 orang lainnya masih hilang.
Juru bicara kementerian Rishi Ram Tiwari mengatakan kepada AFP, buldoser digunakan untuk membersihkan beberapa jalan raya yang tertutup puing-puing, sehingga memisahkan Kathmandu dari bagian lain negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan," tambahnya.
Setidaknya 14 orang yang tewas berada di dalam dua bus dan terkubur hidup-hidup ketika tanah longsor menghantam jalan raya di selatan Kathmandu, kata kepala distrik Dhading Rajendra Dev Pandey kepada AFP.
Lembah tempat ibu kota berada mencatat curah hujan 240 milimeter (9,4 inci) dalam 24 jam hingga Sabtu pagi, menurut biro cuaca negara itu kepada surat kabar Kathmandu Post.
Laporan itu mengatakan, ini adalah curah hujan tertinggi yang pernah tercatat di ibu kota tersebut sejak setidaknya tahun 1970.
Air Setinggi Dada
Sungai Bagmati dan banyak anak sungainya yang membelah Kathmandu meluap, menggenangi rumah-rumah dan kendaraan di sekitarnya setelah tengah malam pada hari Sabtu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!