Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trem Tertua di Asia yang Beroperasi di India Alami Kematian Perlahan

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Seorang guru bernama Ram Singh, 54 tahun, mengatakan perjalanan dengan trem mengingatkannya pada masa kecilnya ketika trem menjadi bagian utama sistem transportasi umum kota. "Dulu kami naik trem dan turun setelah satu atau dua halte, lalu kami naik trem dari sisi yang lain dan turun di sana juga," kata dia sambil tertawa. "Dengan cara itu, kami bisa naik trem dan juga tidak perlu membayar tiket," imbuh dia.

Saat ini trem di Kolkata ini hanya beroperasi di dua jalur di kota itu padahal dulunya memiliki jaringan yang luas dengan puluhan rute. Di satu lokasi, puluhan gerbong trem tampak terbengkalai dengan karat yang menelan warnanya, beberapa di antaranya berasal dari tahun 1940-an. "Kota-kota harus berkembang, namun seiring dengan itu, sejarah juga harus dilestarikan," kata Singh seraya menyebut trem sebagai identitas lama kotanya.

Sementara CTUA yang diikuti Das kerap mengadakan pertemuan masyarakat, memasang poster dan mencoba mengatasi tantangan yang dihadapi trem. Namun perannya juga mengharuskan Das untuk memantau kerusakan dan masalah kelistrikan, sesuatu yang mengingatkannya dengan jelas bahwa masa pakai trem mungkin akan segera berakhir.

Tanpa gentar, Das bersumpah untuk memperjuangkan masa depan trem di Kolkata sejauh yang ia mampu. "Saya mencintai trem saya lebih dari saya mencintai diri saya sendiri," kata Das. "Saya pun akan mengupayakan apapun yang mungkin bisa dilakukan," imbuh dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

37 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.