Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trem Tertua di Asia yang Beroperasi di India Alami Kematian Perlahan

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trem Tertua di Asia yang Beroperasi di India Alami Kematian Perlahan Doc: AFP/Dibyangshu SARKAR
Ket. Transportasi Bersejarah l Sebuah trem melaju di jalanan Kota Kolkata, India, pada 8 September lalu. Moda transportasi murah dan ramah lingkungan yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1873 ini, saat ini terancam sirna karena sikap acuh tak acuh dalam memelihara sistem trem telah menyebabkan ­kerusakan secara perlahan.

Bunyi bel trem yang berdenting di jalanan Kota Kolkata, India, sudah cukup bagi pemuda bernama Deep Das mengalami momen paling bahagia dalam harinya. "Ada kalanya bus sering datang, namun saya tetap setia menunggu trem," kata pelajar berusia 18 tahun itu.

Namun meski para penggemarnya memuji sistem transportasi yang bergerak lambat ini sebagai sebuah bukti kejayaan di kota besar ini dan bagian penting dari pertumbuhan kota bersejarah Kolkata, jaringan transportasi yang kini berusia 151 tahun ini terancam sirna.

Sikap acuh tak acuh dalam memelihara sistem trem telah menyebabkan kerusakan secara perlahan. Das yang termasuk dalam kelompok penggemar yang disebut Asosiasi Pengguna Trem Kolkata (CTUA) terus berjuang untuk melindungi trem ini.

Pemimpin CTUA yang juga seorang pensiunan ahli biokimia bernama Debashish Bhattacharyya berpendapat bahwa otoritas kota berisiko kehilangan solusi transportasi murah dengan kredensial ramah lingkungan ini.

"Padahal investasi yang Anda perlukan sangat minimum," kata Bhattacharyya seraya menuduh para politisi telah mengabaikan potensi dari keberhasilan ekonomi dari trem ini. "Umur trem adalah 50 hingga 80 tahun, sedangkan bus hanya lima hingga 10 tahun, dan biaya operasionalnya pun minimum."

Trem membangkitkan jiwa kota bagi banyak orang, kata Bhattacharyya. "Ini adalah satu-satunya kota di India yang memiliki trem. Jika ini dihilangkan, maka kejayaan ini yang bukan semata kejayaan kota tetapi kejayaan negara, akan hilang," tutur dia.

Trem di Kolkata diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1873 selama masa-masa awal pemerintahan kolonial Inggris. Awalnya trem di Kolkata ini ditarik kuda lalu kemudian digerakkan dengan tenaga uap. Baru pada tahun 1900, trem bertenaga listrik mulai beroperasi di jalanan.

Trem ini kini bergerak bergemuruh di jalan berkelok-kelok di kota, berkelok-kelok melewati kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh taksi usang, truk, bus, mobil, dan, kadang-kadang ternak. Terkadang infrastruktur trem berfungsi sebagai tiang gantungan jemuran dengan cucian berkibar tertiup angin.

Trem satu lantai yang dicat dengan garis-garis seragam biru cerah dan putih, dengan bagian atas berwarna kuning cerah, melaju dengan kecepatan paling banter sekitar 20 kilometer/jam saat tidak terjebak kemacetan.

Perusahaan Transportasi West Bengal milik negara bagian itu mengklaim tremnya murah, aman, tidak menghasilkan asap beracun, dan ekonomis, serta mampu menampung penumpang lima kali lebih banyak daripada bus. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari "masa lalu, masa kini, dan masa depan kota yang gemilang".

"Meskipun benar bahwa jumlah mereka telah menurun drastis, trem di Kolkata telah berhasil melewati segala rintangan," demikian argumen mereka.

Identitas Kota

Tarif naik trem ini amat terjangkau yakni tujuh rupee atau seharga kurang dari secangkir teh di jalan, dan lebih murah daripada naik bus. Namun karena sekarang jadwalnya tidak teratur, banyak penumpang lebih suka membayar lebih agar tepat waktu.

Meskipun trem memiliki jalur tetap, ketidakpatuhan warga India terhadap peraturan lalu lintas membuat siapapun dapat menyalipnya. Jadi trem harus mau memberi jalan dan ruang untuk bermanuver di jalan menjadi nihil. Namun itu tak jadi masalah bagi banyak penumpang karena bagi mereka ini adalah perjalanan menyusuri jalan kenangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.