Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ajari Anak-anak Mengelola Emosi

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 01:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ajari Anak-anak Mengelola Emosi Doc: ANTARA/Didik Suhartono
Ket. Seorang anak menempelkan stiker di pipi saat memperingati Hari Anak Nasional pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/7/2023).

JAKARTA - Guna menekan sikap-sikap ekstrem dan berperilaku kekerasan, maka anak-anak harus diajari agar mampu mengelola emosi. Hal ini akan meminimalkan sifat-sifat tersebut. "Pengelolaan emosi anak bisa menjadi satu upaya menekan angka kasus kekerasan," tutur Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta, Aswarni, Kamis (26/9).

Menurutnya, kasus kekerasan anak di Jakarta cukup tinggi, termasuk di sekolah. Pengendalian emosi menjadi cara untuk menekan kasus tersebut.
Data memperlihatkan selama periode Januari-September 2024 Dinas PPAPP Jakarta menampung 650 kasus kekerasan sekolah dari tingkat TK hingga SMA. Sebanyak 33 persen merupakan kasus kekerasan psikis.

Aswarni menjabarkan kekerasan psikis di antaranya seperti perundungan, berkata kasar, intimidasi, dan dipermalukan di depan umum. Maka, Aswarni mengatakan Dinas PPAPP berkewajiban mencegah kekerasan anak dengan cara menyosialisasikan cara mengelola emosi dan kemarahan.

"Barangkali ini hanyalah semacam stimulan. Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti oleh orang tua dan sekolah," harap dia. Nanti anak-anak atau para pendamping siswa bisa mengelola terkait amarah dan emosi setiap orang.

Psikolog anak dan remaja dari Yayasan Pulih, Ika Putri Dewi, SPsi, juga menyampaikan hal senada. Ika menjelaskan, marah merupakan salah satu emosi yang lumrah setiap manusia. Namun setiap orang juga perlu menyadari adanya batasan-batasan yang harus bisa dikendalikan.

"Ukurannya tidak menyakiti orang lain dan tidak membahayakan diri. Jadi marah boleh, tetapi jangan berkekerasan. Itu batasan yang perlu dipahami," tandas Ika.

Lebih lanjut Ika pun menjelaskan, beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi. Misalnya, peka terhadap tanda akan munculnya rasa marah atau sumber perubahan reaksi tubuh hormonal remaja seperti PMS. Kemudian setelah menyadari, seseorang bisa memproses emosi marah tersebut dan belajar untuk mengekspresikan secara sehat.

"Perasaan marah perlu diterima. Jangan dikatakan tidak boleh marah," ujarnya. Kemudian, orang perlu meredakan atau mengekspresikan amarah secara sehat. Ini baru bisa mengatur emosi ke arah netral.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Barat minta orangtua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak di lingkungannya agar tidak terlibat kriminal. "Kami minta mengawasi dan melarang anak-anak kumpul-kumpul, apalagi terlibat tawuran. Sebab ini bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain," jelas Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut kasus penyiraman air keras dua polisi oleh pelaku tawuran di Kembangan, Sabtu (21/9). Uus juga memperingatkan penjual bahan kimia, termasuk air keras, agar lebih hati-hati dalam menjual barang berbahaya tersebut.

"Saya mengimbau pedagang yang menjual air keras, tidak menjual kepada sembarangan orang," pinta Uus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.