Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TP PKK Kalbar Berdayakan Ekonomi Masyarakat Manfaatkan Limbah Perca

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 15:50 WIB | Oleh:
TP PKK Kalbar Berdayakan Ekonomi Masyarakat Manfaatkan Limbah Perca Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari memberikan sosialisasi pemanfaatan limbah perca untuk fashion kepada masyarakat.

Pontianak -- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat berupaya memberdayakan ekonomi keluarga dan masyarakat melalui pemanfaatan limbah perca untuk membuat produk fesyen bernilai ekonomi.

"Kami memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah kain perca untuk 'sustainable fashion' dan pengembangan usaha busana lokal khas daerah," kata Penjabat Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari Harisson di Pontianak, Selasa.

Windy menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah kain perca sebagai bahan baku fesyen merupakan salah satu upaya strategis untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menekankan bahwa kreativitas dalam mengolah limbah perca bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga, terutama bagi perajin lokal.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan keterampilan kepada masyarakat sehingga mereka mampu menciptakan produk fesyen bernilai tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga," tuturnya.

Selain meningkatkan pendapatan, Windy juga melihat potensi besar dari limbah perca untuk menciptakan produk busana yang ramah lingkungan.

Menurutnya, sustainable fashion bukan hanya sekadar tren, tetapi juga solusi untuk mengurangi sampah tekstil yang dapat merusak lingkungan.

"Dengan memanfaatkan kain perca, kita tidak hanya membantu mengurangi limbah, tapi juga menciptakan produk unik yang punya daya saing tinggi di pasaran," katanya.

Pada kegiatan tersebut, TP PKK Kalbar menghadirkan desainer ternama asal Kalimantan Barat, Arif, yang memiliki reputasi di tingkat nasional dan internasional.

Dalam sosialisasinya, Arif berbagi pengetahuan tentang teknik mengolah kain perca wastra Kalbar menjadi karya busana kreatif yang bernilai estetis.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya dan material yang dapat diolah menjadi produk busana lokal yang kompetitif.

"Ini adalah peluang emas untuk mengembangkan sustainable fashion yang khas Kalbar. Dengan inovasi ini, kita bisa membawa nama daerah ke panggung nasional dan internasional," kata Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.