Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Kembangkan Teknologi Ubah CO2 Jadi Antioksidan Likopen

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Kembangkan Teknologi Ubah CO2 Jadi Antioksidan Likopen Doc: AFP/FREDERIC J. BROWN
Ket. Seorang perempuan dan anaknya bersepeda dekat pembangkit listrik tenaga batu bara, di Beijing, beberapa waktu lalu. Ilmuwan Tiongkok mengembangkan teknologi yang dapat mengubah karbon dioksida (CO2) jadi antioksidan kuat, likopen.

MOSKWA - Para ilmuwan Tiongkok telah mengembangkan teknologi yang dapat mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi antioksidan kuat, likopen, demikian laporan surat kabar South Tiongkok Morning Post pada Senin (23/9).

Likopen merupakan antioksidan kuat yang memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk perlindungan dari sinar matahari, meningkatkan kesehatan jantung, serta menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Seperti dikutip dari Antara, likopen juga diyakini efektif melawan obesitas, diabetes, dan beberapa penyakit pernapasan. Likopen, yang banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, dan makanan, diketahui tidak mudah untuk diproduksi.

Misalnya, mengekstraksi likopen dari tanaman alami memakan waktu, sedangkan sintesis kimianya merupakan proses yang rumit dan memakan banyak energi. Selain itu, likopen juga cukup mahal, dengan biaya hingga lima juta yuan (sekitar 708.800 dollar AS atau sekitar 10,8 miliar rupiah) per ton.

Namun, tim peneliti dari Universitas Pertanian Qingdao berhasil mengembangkan teknologi biologi sintetik yang mampu mengatasi masalah-masalah tersebut. Pemimpin tim, Profesor Yang Jianming, memutuskan untuk menggunakan metode biologis yang disebut teknologi fiksasi karbon. Dalam metode ini, organisme mengubah karbon dioksida menjadi senyawa organik, seperti yang terjadi pada fotosintesis tanaman.

Teknologi yang dikembangkan oleh Yang dan timnya ini menggunakan mikroorganisme sebagai bioreaktor untuk memproduksi bahan kimia, material, atau obat-obatan, dan juga mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Ramah Lingkungan

Profesor Yang menyatakan teknologi ini memiliki keunggulan karena merupakan cara yang sederhana, berbiaya rendah, dan ramah lingkungan untuk memproduksi likopen.

Sementara itu seperti dikutip dari DW, dunia harus melenyapkan satu miliar ton CO2 sampai tahun 2025 untuk mencapai persetujuan iklim Paris. Itu artinya, kita harus mempercepat langkah. Perusahaan seperti Covestro yang berbasis di Jerman mengubah CO2 menjadi bahan baku yang bisa digunakan untuk apa saja.

Misalnya kasur, peralatan medis, kaos kaki, sepatu olahraga, kursi di mobil, pembungkus telepon, lapisan dinding, lapisan lantai, dan lain-lain. Kedengarannya bagus. Tapi apakah ini akan punya dampak serius dalam kadar CO2 kita? Bagaimanakah penampakan karbon yang sudah didaur ulang?

Upaya penyimpanan karbon sebetulnya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Tahun 1970-an, perusahaan minyaklah yang menggunakan emisi untuk memompa CO2 ke dalam sumur untuk memperbaiki kualitas minyak.

Kita juga bisa mengubah gas polusi itu, dan menempatkannya di dalam tanah. Tapi, mengapa tidak mendaur ulang menjadi benda lain? Teknologi ini namanya Carbon Capture and Utilization atau CCU. Sekarang teknologi ini sedang naik daun. Jadi, apa yang bisa kita buat dengan karbon hasil daur ulang?

Susan Fancy adalah manajer program dari Inisiatif Global CO2 di Universitas Michigan. Ia sangat antusias dengan CCU. Ia mengungkap karbon ada di hampir semua benda. Kalau saya pergi ke toko baju, sebagian besar kainnya sekarang dibuat dari serat sintetik, yang dasarnya adalah bahan bakar fosil. Misalnya kasur ini, sebagian besarnya dibuat dari busa poliuretan.

Christoph Gürtler mengembangkan produk di perusahaan Covestro, dan tahu sangat banyak tentang busa. Ia menunjukkan sebuah blok besar busa poliuretan, yang berbobot sekitar 10 sampai 20 kilogram. Jadi kita mengambil CO2, dan menggantikan sebagian bahan baku fosil yang dibutuhkan untuk membuat kasur ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.