Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Perlu Perbanyak RTH

📅 Senin, 23 Sep 2024, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Perlu Perbanyak RTH Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menandatangani prasasti pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks gedung Johar Baru Teater di Jalan Kramat Jaya Baru IV, RT 15/10, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

JAKARTA - Guna menjaga kesehatan paru warga, Pemprov Jakarta diminta perbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Pada tahun 2023 Jakarta memiliki RTH seluas 33,34 juta meter persegi atau 5,2 persen dari total luas wilayah.

Sementara itu, merujuk UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Proporsi Ruang Terbuka Hijau wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. "Sediakan ruang terbuka hijau lebih banyak. Ini berdampak sebagai paru-paru dan tempat beraktivitas fisik dengan udara sehat," jelas Ketua Majelis Kehormatan PDPI, Prof Tjandra Yoga Aditama, Minggu.

Usulan ini disampaikan Tjandra dalam rangka memperingati Hari Paru Sedunia 2024 setiap 25 September. Selain itu, juga menyongsong pemilihan gubernur dan wakil dalam Pilkada Jakarta 2024.

Adapun tema peringatan Hari Paru Sedunia adalah "Clean Air and Healthy Lungs for All" atau Udara Bersih dan Paru Sehat untuk Semua. Alasan pemilihan tema tersebut antara lain karena setiap tahunnya ada 7 juta orang meninggal di dunia berkaitan dengan berbagai penyakit yang berhubungan dengan polusi udara. Contoh, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, dan penyakit infeksi paru.

Alasan lainnya, karena udara yang tercemar adalah ancaman kesehatan universal. Ini akan berdampak pada kesehatan semua orang yang menghirup termasuk bayi sampai orang lanjut usia. Data dunia menunjukkan lebih dari 90 persen penduduk hidup di daerah dengan kadar polutan melebihi standar sehat dari Badan Kesehatan Dunia.

Tjandra kemudian mengemukakan bahwa peningkatan polusi udara dan yang berhubungan dengan terbentuknya emisi gas rumah kaca akan memperburuk fungsi paru dan pernapasan, meningkatkan angka masuk rumah sakit karena sakit paru dan meningkatkan pula risiko kanker paru.

Menurutnya, guna membantu warga Jakarta menjaga kesehatan parunya, maka polusi udara harus dikendalikan dan penyebabnya ditangani segera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.