Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Banjir di Chad Tewaskan 503 Orang, 1,7 Juta Terkena Dampak

📅 Minggu, 22 Sep 2024, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: Banjir di Chad Tewaskan 503 Orang, 1,7 Juta Terkena Dampak Doc: newscentral.africa
Ket. PBB telah memperingatkan pada awal September tentang dampak "hujan deras dan banjir parah" di wilayah yang lebih luas, khususnya di Chad.

N'DJAMENA - Banjir parah di Chad sejak Juli telah menelan 503 korban jiwa dan mempengaruhi sekitar 1,7 juta orang sejak Juli, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Sabtu (21/9) dalam laporan terbarunya.

Banjir juga telah menghancurkan 212.111 rumah, membanjiri 357.832 hektare ladang dan menenggelamkan 69.659 ekor ternak, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Chad.

Semua provinsi di negara itu terkena dampak, kata Menteri Air dan Energi Chad, Marcelin Kanabe Passale, kepada wartawan Sabtu pagi. Ia memperingatkan akan adanya lebih banyak masalah di masa mendatang.

"Air sungai Logone dan Chari telah mencapai ketinggian kritis yang kemungkinan akan menyebabkan banjir serius dalam beberapa hari mendatang," kata Passale.

N'Djamena, ibu kota Chad, terletak di pertemuan sungai Logone dan Chari.

Passale merekomendasikan agar semua air dari sumur pribadi diolah dengan klorin sebelum dikonsumsi.

Ia menambahkan, sebuah komite pemantau banjir telah dibentuk untuk "menilai risiko yang terkait dengan pencemaran pasokan air minum dan naiknya permukaan air sungai."

PBB telah memperingatkan pada awal September tentang dampak "hujan deras dan banjir parah" di wilayah yang lebih luas, khususnya di Chad.

Ia menyerukan tindakan dan pendanaan segera untuk mengatasi perubahan iklim.

Bencana Regional

Saat musim hujan sedang mencapai puncaknya, Chad hanyalah satu dari banyak negara di Afrika barat dan tengah yang dilanda banjir dalam beberapa minggu terakhir setelah hujan deras.

Naiknya permukaan air telah mempengaruhi lebih dari empat juta orang di 14 negara berbeda, Program Pangan Dunia memperingatkan pada tanggal 17 September.

Di dekat perbatasan Chad dan Nigeria, Kamerun utara mengalami curah hujan 125 persen lebih banyak dari biasanya untuk musim ini, menurut laporan OCHA yang diterbitkan pada pertengahan September.

PBB memperkirakan 20 orang tewas dan lebih dari 236.000 orang terkena dampak di Kamerun sejak akhir Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Kawasan Teluk Protes Keras ...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.