Kemendikbudristek Dorong Industri Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi
📅 Kamis, 19 Sep 2024, 19:10 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: muhammad marup
JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong industri untuk terlibat dalam hilirisasi riset perguruan tinggi. Menurutnya, tantangan terbesar pendidikan tinggi yaitu melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk berkolaborasi dengan insan perguruan tinggi.
"Tantangan terbesar kita menghadirkan dan menggandeng industri yang secara nyata membuka diri untuk berkolaborasi dengan insan pendidikan tinggi," ujar Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie, dalam Silaturahmi Merdeka Belajar, secara daring, Kamis (19/9).
Dia menerangkan, hilirisasi riset perguruan tinggi penting agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, selama ini belum ada kebijakan yang secara massif mendorong kolaborasi perguruan tinggi dengan DUDI.
"Selama ini belum ada policy di tingkat pemerintah untuk memberikan mandat bagi industri mengembangkan riset dan pengembangannya dengan perguruan tinggi," jelasnya.
Tjitjik mengungkapkan, pihaknya memiliki program Kedaireka dan Dana Padanan. Program tersebut untuk mendorong akselerasi riset dan inovasi perguruan tinggi dengan industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menambahkan, program tersebut telah mampu menjadi daya ungkit kolaborasi riset perguruan tinggi dengan industri. Hal tersebut berhasil meningkatkan Global Innovation Index Indonesia. "Meski ada tantangan kita melihat bahwa terobosan dari, program ini bisa jadi daya ungkit dari inovasi Indonesia. Cukup berhasil untuk mengangkat perkembangan Iptek yang ada di Indonesia," ucapnya.
Tjitjik memastikan, pihaknya terus mengevaluasi program tersebut setiap tahunnya. Hal tersebut untuk mencari solusi atas kelemahan kolaborasi perguruan tinggi dan industri, salah satunya terkait pendanaan.
"Secara bertahap kita akan mengajukan mulai tahun depan bisa menerapkan satuan biaya berbasis pengeluaran, tidak rigid administratif. Itu kendala terbesar kita melaksanakan proyek yang menggandeng DUDI dengan kita yang bersumber APBN," terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!