Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Antar-suku di Papua Nugini Tewaskan 32 Orang, Tambang Emas Ditutup

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 15:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perang Antar-suku di Papua Nugini Tewaskan 32 Orang, Tambang Emas Ditutup Doc: SCMP
Ket. Perusahaan tambang Kanada Barrick mengatakan pada Selasa (17/9), kegiatan operasional di tambang emas besar Papua Nugini dihentikan setelah terjadi kekerasan antar-suku di daerah itu. 

PORT MORESBY - Perusahaan tambang Kanada Barrick mengatakan pada Selasa (17/9), kegiatan operasional di tambang emas besar Papua Nugini dihentikan setelah kekerasan antar-suku di daerah itu menewaskan 32 orang.

Tambang Porgera "telah menghentikan sebagian besar operasinya hingga 19 September", menurut pernyataan perusahaan itu.

Baku tembak selama berhari-hari antara ratusan pejuang suku menewaskan sedikitnya 32 orang di dekat tambang, yang terletak di dataran tinggi Papua Nugini.

Barrick mengatakan penutupan sementara itu dilakukan untuk "melindungi karyawannya sementara pemerintah memulihkan hukum dan ketertiban di wilayah sekitarnya".

"Sebagian besar tenaga kerja tambang berasal dari masyarakat lokal," perusahaan itu menambahkan.

Keadaan darurat telah diumumkan, yang memberikan pasukan keamanan kekuasaan khusus untuk meredakan kekerasan.

Komisaris Polisi David Manning mengatakan "kekuatan mematikan" akan digunakan untuk memulihkan ketertiban di wilayah dataran tinggi yang sulit dijangkau.

Penjualan alkohol telah dilarang dan jam malam diberlakukan.

Tambang emas Porgera pernah menyumbang sekitar 10 persen dari pendapatan ekspor tahunan Papua Nugini.

Namun, maraknya kekerasan suku yang terjadi secara berulang sering kali memperlambat produksi.

Polisi mengatakan 30 pria terbunuh dari berbagai klan yang bertikai dalam beberapa hari terakhir, ratusan wanita dan anak-anak mengungsi. Banyak rumah terbakar habis.

Dua pejabat tambang juga tewas saat menunggu tumpangan pulang setelah bekerja.

Barrick menyatakan "penyesalan yang mendalam" bahwa "dua karyawannya yang sedang tidak bertugas telah terbunuh dalam kekerasan di luar lokasi, yang tidak terkait dengan pertambangan dan aktivitasnya."

Konflik suku sering terjadi di dataran tinggi Papua Nugini, tetapi masuknya senjata otomatis telah membuat bentrokan lebih mematikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.