Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyusutan Kelas Menengah Bakal Membebani Negara

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Penyusutan Kelas Menengah Bakal Membebani Negara Doc: ISTIMEWA
Ket. Meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan menurunnya kesempatan kerja sejak pandemi.

KARAWANG - Rahmat Hidayat kehilangan pekerjaannya ketika pabrik sepatu tempat dia bekerja tutup tahun lalu di kota industri, Karawang, di Jawa Barat, Indonesia. Dikutip dari Hindustan Times, pria berusia 44 tahun itu kini memperoleh penghasilan kurang dari setengah dari penghasilannya dulu dengan berjualan bakso panggang.

Dia akhirnya menanam herbal untuk dijadikan tonik karena tidak mampu membeli obat diabetes istrinya. Rahmat adalah satu dari jutaan warga Indonesia dari kelas pekerja hingga kelas menengah menjadi lebih miskin, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan menurunnya kesempatan kerja sejak pandemi.

Tren ini menjadi pertanda buruk bagi prospek ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto, serta tesis investasi yang dianut secara luas bahwa kelas menengah yang berkembang akan mendorong ambisi Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Hal itu juga menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang memenangkan pemilihan umum pada bulan Februari dengan kemenangan telak atas janji-janjinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan 19 juta lapangan pekerjaan.

Prabowo akan mulai menjabat pada tanggal 20 Oktober. "Mendorong ekonomi untuk tumbuh lebih tinggi dengan konsumsi yang lemah adalah hal yang sulit," kata ekonom di Pusat Reformasi Ekonomi, Mohammad Faisal, di Jakarta. Pemerintah menggolongkan mereka yang menghabiskan antara 132 hingga 643 dollar AS per bulan sebagai kelas menengah, berdasarkan kriteria Bank Dunia. Kelompok itu merupakan kunci pertumbuhan ekonomi karena pengeluaran mereka mencakup hampir 40 persen dari konsumsi swasta, dan lebih dari 80 persen jika digabungkan dengan calon kelas menengah, yang menghabiskan 57 hingga 132 dollar AS.

Namun demikian, ukuran kelas menengah telah turun dari 21,5 persen dari total populasi pada tahun 2019 menjadi 17,1 persen pada tahun 2024, menurut data resmi yang dirilis bulan lalu. Meskipun ekonomi RI telah bangkit setelah pandemi, dengan pertumbuhan sekitar di atas 5 persen per tahun sejak 2022 di tengah inflasi yang umumnya rendah, kelas menengah yang menyusut itu kemungkinan akan menekan pertumbuhan di masa mendatang.

"Pemerintah harus berjuang dengan pendapatan pajak yang lebih rendah dan kemungkinan lebih banyak subsidi. Dalam jangka panjang, jika kelas menengah menyusut, tentu akan menjadi beban besar bagi negara," kata Jahen Rezki, analis dari Universitas Indonesia.

Salah satu alasan utama runtuhnya kelas menengah adalah perubahan pasar tenaga kerja. Sebagian besar investasi asing yang masuk ke Indonesia telah menargetkan industri seperti pertambangan, yang penyerapan tenaga kerjanya semakin sedikit karena makin banyak menggunakan teknologi mutakhir. Selain itu, persaingan yang lebih ketat dari tujuan biaya rendah seperti Tiongkok, terutama di sektor tekstil, telah menekan pabrik-pabrik, yang menyebabkan PHK yang menurut asosiasi tekstil adalah yang terburuk dalam dekade terakhir.

Ciptakan Lapangan Kerja

Pengusaha Hashim Djojohadikusumo, mengatakan pemerintahan yang akan datang akan membantu kelas menengah dengan menciptakan jutaan lapangan kerja baru dari proyek-proyek seperti program makanan gratis senilai 28 miliar dollar AS dan pembangunan jutaan rumah.

"Kami ingin menciptakan banyak wirausahawan kecil, menengah, dan mikro, misalnya melalui program perumahan kami. Kami ingin membangun tiga juta unit rumah, di desa dan kota. Itu untuk menciptakan kelas menengah," katanya baru-baru ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.