Harris-Trump Tunjukkan Pesan Persatuan pada Peringatan Serangan 9/11
📅 Jumat, 13 Sep 2024, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/Anadolu
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris dan Donald Trump, menunjukkan pesan persatuan ketika keduanya berjabat tangan pada peringatan serangan teror 11 September 2001 di Ground Zero, New York, Rabu (11/9).
Kedua rival politik itu saling berbalas ucapan saat mengulurkan tangan ke arah Presiden Joe Biden, yang juga berada di lokasi Tugu Peringatan 9/11.
Dikutip dari Antara, tugu tersebut dibangun untuk mengenang hampir 3.000 korban yang tewas di New York City saat sepasang pesawat yang dibajak menabrak World Trade Center pada Selasa pagi, 23 tahun lalu.
Mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg tampak memfasilitasi basa-basi antara Harris dan Trump, beberapa jam setelah keduanya saling serang dalam debat pemilu presiden AS.
Lonceng upacara dibunyikan untuk setiap korban yang tewas di lokasi tersebut ketika nama-nama mereka dibacakan dengan lantang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenang Serangan
Hening sejenak terjadi ketika mengenang empat pesawat yang dibajak teroris itu menghantam lokasi di New York, Virginia, dan Pennsylvania.
Tidak seorang pun politisi berbicara kepada massa, termasuk anggota keluarga korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan dimulai ketika sebuah pesawat penumpang menabrak Menara Utara World Trade Center pukul 08.46 pagi. Hanya 17 menit kemudian, pesawat lain menabrak Menara Selatan.
Gedung pencakar langit raksasa setinggi 110 lantai itu yang terbakar dan rusak parah akibat serangan, runtuh dalam hitungan menit, menyebabkan awan debu dan abu beracun yang tebal menerjang jalan-jalan Manhattan saat orang-orang berlarian ketakutan.
Di tengah kehancuran itu, pesawat lain menabrak Pentagon di Arlington, Virginia, tepat di luar Washington, DC pukul 09.37 pagi.
Kepanikan nasional yang belum pernah terlihat sejak insiden Pearl Harbor, sekitar 60 tahun sebelumnya, terjadi dengan cepat.
Beberapa menit setelah Departemen Pertahanan diserang, pihak berwenang menutup semua wilayah udara AS, tetapi penerbangan 93 United Airlines terlanjur dibajak teroris.
Penumpang dan awak pesawat bergegas ke kokpit untuk merebut kendali pesawat dari keempat pembajak. Sekitar lima menit kemudian, pesawat itu menabrak lapangan kosong di Shanksville, Pennsylvania, menewaskan semua orang di dalamnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!