Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panjat Tebing PON 2024, Jatim Masih Teratas dengan Tiga Medali Emas

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 10:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panjat Tebing PON 2024, Jatim Masih Teratas dengan Tiga Medali Emas Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Atlet Jawa Timur Alma Ariella Tsany saat bertanding di nomor combined (B&L) mix cabang olahraga panjat tebing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara, di Banda Aceh, Selasa (10/9/2024).

SEMARANG - Provinsi Jawa Timur masih memimpin klasemen sementara perolehan medali cabang olahraga panjat tebing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara 2024 dengan raihan tiga medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Berdasarkan data dari laman resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Kamis (12/9), Jateng berada di peringkat kedua dengan perolehan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Peringkat ketiga ditempati Provinsi Banten dengan perolehan satu medali emas dan satu perak, diikuti oleh Papua dengan satu emas dan satu perunggu.

Setelah itu, Sumatra Utara dengan perolehan satu emas dan satu perunggu, dikuntit DIY dan Jawa Barat dengan perolehan sama, yakni satu perak dan satu perunggu.

Menyusul di bawahnya, Provinsi Bali dengan perolehan satu medali perak, dan Kalimantan Barat yang baru meraih satu medali perunggu.

Pertandingan cabang olahraga panjat tebing pada PON XXI Aceh-Sumut berlangsung di Arena Panjat Tebing, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, dimulai sejak 6 September lalu.

Cabang olahraga panjat tebing pada PON XXI Aceh-Sumut mempertandingkan 16 nomor, dan tujuh di antaranya sudah babak final.

Yakni, combined (boulder and lead) perorangan putra dan putri, speed relay putra dan putri, combined (B&L) mix, dan speed world record (WR) perorangan putra dan putri.

Pertandingan cabang olahraga panjat tebing diikuti sebanyak 26 provinsi yang mengirimkan total 188 atlet, terdiri atas 103 atlet putra dan 85 atlet putri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.