Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan Pernyataan Ini, Dharma-Kun Minta DKI agar Kaji Kembali Penyebaran Nyamuk Ber-Wolbachia

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 00:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan Pernyataan Ini, Dharma-Kun Minta DKI agar Kaji Kembali Penyebaran Nyamuk Ber-Wolbachia Doc: ANTARA/HO-Kemenkes
Ket. Ilustrasi telur nyamuk ber-Wolbachia.

Jakarta - Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun-Kun Wardana meminta Pemerintah Provinsi DKI mengkaji kembali penyebaran nyamuk ber-wolbachia yang dikhawatirkan bisa memberikan efek negatif.

"Kita mengharapkan ini bisa dikaji lagi, dengan lebih seksama, karena berpotensi bisa menimbulkan efek negatif," kata Kun usai bertemu Forum Solidaritas Masyarakat Nusantara (FSMN) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu.

Kun mengatakan keputusan penyebaran pada September nanti terbilang cepat lantaran butuh penelitian yang betul-betul secara seksama untuk bisa memastikan aman bagi masyarakat.

Dia menambahkan, jika nantinya nyamuk-nyamuk ini disebarkan maka jika berefek buruk maka tidak bisa kembali ke awal sebelum diputuskan.

"Kita waktu itu memiliki berbagai data yang ada di negara lain, nyamuk wolbachia yang memberikan efek negatif," ujarnya.

Kun mengaku bersyukur dipersatukan Tuhan untuk bertemu Dharma lantaran memiliki pemikiran dan visi yang sama untuk membangun Jakarta di masa mendatang.

"Kita mengenal belum begitu lama ya. Kita mengenal pada saat adanya program penyebaran nyamuk wolbachia, kita sama-sama menentang program itu," ucapnya.

Sementara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menempatkan sebanyak 1.400 ember berisi telur-telur nyamuk aedes aegypti mengandung bakteri wolbachia di kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat pada 27 September 2024.

"Tidak ada penularan wolbachia dari nyamuk ke manusia," kata Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta dr. Maryati Kasiman.

Nantinya setiap dua pekan sekali, petugas Dinas Kesehatan DKI akan memantau perkembangbiakan nyamuk.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan tidak ada penularan bakteri wolbachia dari tubuh nyamuk aedes aegypti ke manusia atau bahkan ke nyamuk lainnya.

Oleh karena itu, tidak ada penyakit tertentu yang bisa dialami manusia setelah tergigit nyamuk aedes aeypti ber-wolbachia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.