Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Tangerang Raya Minati Hunian Vertikal

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 03:17 WIB | Oleh:

Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan, M Hidayat, mengingatkan, dengan kesenjangan produk rumah dengan permintaan, banyak konsumen mencari rumah di situs perumahan.

"Artinya mereka harus diberikan perlindungan agar rumah yang dibelinya memiliki aspek legalitas yang jelas," tandasnya. Dia mengemukakan, dalam pameran rumah yang diselenggarakan dalam rangka Hari Properti Nasional.

Hidayat mengapresiasi, pameran rumah yang diselenggarakan di salah satu mal di Jakarta Selatan 9-15 September itu. Hal ini membuat para pencari rumah memiliki pilihan. Mereka bisa mencari melalui situs jual-beli rumah atau secara offline di pameran.

Dia menjelaskan kontribusi sektor properti khususnya perumahan terhadap Produk Domestik Bruto sangat signifikan, mencapai 14-16 persen. Maka, menjadi kewajiban bagi pelaku usaha untuk menjaga iklim properti tetap kondusif.

Hidayat menyoroti banyaknya rumah di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tidak dihuni.

Sedangkan di sisi lain banyak masyarakat yang sampai saat ini mencari rumah. "Maka, menjadi kewajiban bagi penyedia situs jual-beli rumah untuk mempertemukan," katanya. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.