Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sentimen Eksternal Dominan

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 09:03 WIB | Oleh:
Sentimen Eksternal Dominan Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik menguat dalam perdagangan, hari ini (10/9). Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sentimen global, terutama rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Dair Eropa, pasar optimistis bank sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada 12 September mendatang. Dari AS, pasar menantikan rilis data inflasi, Consumer Price Index (CPI).

Data CPI AS diyakini akan menjadi petunjuk baru terkait langkah The Fed selanjutnya. Apabila CPI turun signifikan, maka The Fed diperkriakan lebih agresif dalam memangkas suku bung acuannya.

Karenanya, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (10/9), berpeluang menguat dengan support di 7.546 dan resistance di level 7.754.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/9) sore, ditutup melemah mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 19,10 poin atau 0,25 persen ke posisi 7.702,74, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,48 poin atau 0,26 persen ke posisi 947,70.

"Bursa Asia bergerak cenderung melemah akibat adanya kekhawatiran terhadap pertumbuhan perekonomian Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, awal pekan ini.

Akhir pekan lalu, rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,3 persen, di sisi lain, nonfarm payrolls (NFP) meningkat dari sebelumnya 89 ribu menjadi 142 ribu. Meskipun mengalami kenaikan, NFP masih di bawah perkiraan pasar yang sebesar 160 ribu.

Selain itu, data NFP di bulan sebelumnya juga direvisi dari 114 ribu menjadi 89 ribu, inilah yang membuat pasar tampak khawatir sebab revisi ini dianggap cukup dalam.

Sejauh ini, pasar menyiratkan peluang 75 persen untuk pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, sebagian karena komentar dari Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams pada hari Jumat, meskipun Waller tetap membuka opsi pelonggaran agresif.

Di Tiongkok, inflasi tahunan meningkat dari sebelumnya 0,5 persen menjadi 0,6 persen, akan tetapi inflasi Tiongkok dinilai masih dibawah ekspektasi pasar yang sebesar 0,7 persen.

Pada pekan ini para pelaku pasar menantikan rilisnya data inflasi AS yang diperkirakan menurun secara tahunan dari sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.