Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasi Dana Desa di Papua Barat 2024 Capai Rp374,75 Miliar

📅 Minggu, 08 Sep 2024, 18:14 WIB | Oleh:
Realisasi Dana Desa di Papua Barat 2024 Capai Rp374,75 Miliar Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPb Provinsi Papua Barat Satriyo Budi Cahyono.

MANOKWARI - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi dana desa pada 2024 untuk tujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat mencapai Rp374,75 miliar.

"Penyaluran dana desa per 31 Juli 2024 sudah 55,02 persen dari pagu Rp681,14 miliar," kata Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II DJPb Papua Barat Satriyo Budi Cahyono di Manokwari, Papua Barat, Minggu.

Ia merinci penyaluran dana desa untuk Kabupaten Manokwari mencapai Rp88,42 miliar (66,33 persen), Pegunungan Arfak Rp66,39 miliar (52,28 persen), dan Teluk Bintuni Rp62,70 miliar (60,28 persen).

Kemudian, Kabupaten Fakfak sebanyak Rp58,28 miliar (49,13 persen), Kaimana Rp41,25 miliar (47,77 persen), Teluk Wondama Rp32,54 miliar (52,10 persen), dan Manokwari Selatan Rp25,18 (50,97 persen).

"Progres penyaluran rata-rata sudah 50 persen lebih, hanya Fakfak dan Kaimana yang masih di kisaran 40 persen lebih," jelas Satriyo.

Ia menjelaskan bahwa total alokasi dana desa 2024 untuk Manokwari sebanyak Rp133,31 miliar (163 desa), Fakfak Rp118,62 miliar (142 desa), dan Teluk Bintuni Rp104 miliar lebih (115 desa).

Selanjutnya, Kabupaten Teluk Wondama Rp62,44 miliar (75 desa), Kaimana Rp86,36 miliar (84 desa), Pegunungan Arfak Rp126,99 miliar (166 desa), dan Manokwari Selatan Rp49,39 miliar (57 desa).

"Ada 802 desa yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat yang menerima dana desa 2024," ucap Satriyo.

Penggunaan dana desa, kata dia, harus sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan seperti bantuan langsung tunai maksimal 25 persen, kemudian program ketahanan pangan dan hewani minimal 20 persen.

Dana desa juga dapat digunakan untuk mendorong percepatan penurunan prevalensi stunting apabila belum terakomodasi melalui program yang diluncurkan oleh pemerintah kabupaten.

"Ketepatan pemanfaatan dana desa membutuhkan peran pengawasan dari seluruh pemerintah kabupaten se-Papua Barat," ujar Satriyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.