Jerih Payah Petani Kurma Irak Lawan Kekeringan demi Lindungi Kekayaan Nasional
📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 02:15 WIB | Oleh: Tim PenulisPada tahun 2023, Irak mengekspor sekitar 650.000 ton kurma, menurut statistik resmi.
Namun di sekitar Janajah, banyak pohon palem mati dan terpaksa harus ditebang. "Semua pohon kurma ini mati karena kekeringan dan seluruh wilayah menderita," ungkap Maitham Talib, seorang petani berusia 56 tahun.
"Pohon kurma merupakan ikon Irak dan budaya memanennya sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Dulu kita punya air. Orang-orang mengairi lahan dengan sangat banyak. Sekarang kita butuh mesin yang canggih," kata dia sambil mengamati hasil panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menobatkan Irak sebagai salah satu dari lima negara di dunia yang paling rentan terhadap beberapa dampak perubahan iklim. Negara ini telah mengalami kekeringan selama empat tahun berturut-turut, meskipun tahun ini ada sedikit keringanan dengan adanya hujan di musim dingin.
Bersamaan dengan meningkatnya suhu yang mencapai 50 derajat Celsius di musim panas dan menurunnya curah hujan, Irak juga menghadapi penurunan permukaan air sungai yang disebabkan oleh bendungan yang dibangun di hulu oleh Iran dan Turki.
Kifah Talib, 42 tahun, amat menyesalkan terjadinya kehancuran yang ditimbulkan oleh kekeringan. "Dulunya tempat ini bagaikan surga: apel, delima, pohon jeruk, dan tanaman merambat, semuanya tumbuh subur di sini," ucap dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!