Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Damkar Bintan Utara Kewalahan Tangani Karhutla Karena Mobil Rusak

📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 23:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Damkar Bintan Utara Kewalahan Tangani Karhutla Karena Mobil Rusak Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Personel UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) memadamkan karhutla di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (7/9/2024).

Tanjungpinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau melalui UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Bintan Utara kewalahan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua lokasi berbeda karena mobil rusak.

Kepala UPTD Damkar Kecamatan Bintan Utara Panyodi mengatakan mobil damkar satu-satu yang mereka operasional selama ini sedang dalam perbaikan di bengkel akibat rusak, makanya penanganan karhutla menggunakan mobilsupplyatau mesin robin, sehingga kurang maksimal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memadamkan api.

"Kami cuma punya satu mobil damkar, kalau rusak otomatis menghambat penanganan ketika terjadi kebakaran," katanya di Tanjungpinang, Sabtu.

Pihaknya membutuhkan waktu berjam-jam untuk memadamkan karhutla di dua lokasi berbeda pada Sabtu, siang hingga sore hari.

Lokasi pertama kebakaran di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong. Kebakaran menyasar lahan semak belukar seluas satu hektare lebih pada pukul 12.58 WIB, lalu api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Lokasi kedua di Kelurahan Tanjung Uban Timur, Bintan Utara, dengan total luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.40 WIB, lalu api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB.

"Proses pemadaman api melibatkan personel damkar, kepolisian serta warga sekitar," ujarPanyodi.

Ia menduga karhutladipicu kesengajaan dibakar oleh pemilik lahan untuk membuka lahan atau kebun di tengah cuaca musim panas.

Maka itu, pihaknya mengimbau warga tidak membakar lahan secara sembarangan saat cuaca panas dan angin kencang, karena berpotensi menimbulkan kebakaran lebih besar hingga dapat merugikan pihak lain.

"Pelaku karhutla bisa dipidana penjara sepuluh tahun dan dikenai denda Rp10 miliar," katanya.

Ia meminta masyarakat segera melapor kepada pos UPTD Damkar Bintan Utara atau melalui personel bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing ketika menemukan terjadinya kebakaran di lingkungan sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.