Paus dan Imam Besar Tandatangani Deklarasi Istiqlal
📅 Jumat, 06 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/DHEMAS REVIYANTOI
JAKARTA - Paus Fransiskus menghadiri pertemuan tokoh lintas agama yang digelar di halaman Masjid Istiqlal, Kamis (5/9). Di hadapan Paus Fransiskus, para tokoh lintas agama membacakan Deklarasi Istiqlal 2024.
Deklarasi itu menyerukan agar nilai-nilai yang dianut oleh tradisi agama harus ditingkatkan secara efektif untuk menghilangkan budaya kekerasan dan ketidakpedulian yang sedang melanda dunia.
"Sejatinya, nilai-nilai agama harus diarahkan untuk meningkatkan budaya hormat, martabat, bela rasa, rekonsiliasi, dan solidaritas persaudaraan untuk mengatasi dehumanisasi dan kerusakan lingkungan," kata deklarasi tersebut.
Seperti dikutip dari Antara, deklarasi itu menyebutkan bahwa para pemimpin agama harus bekerja sama dalam menanggapi krisis-krisis tersebut, mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan yang tepat.
Deklarasi itu juga mengatakan bahwa dialog antar-umat beragama harus diakui sebagai sarana yang efektif untuk menyelesaikan konflik lokal, regional, internasional, terutama konflik yang dipicu penyalahgunaan agama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, keyakinan dan ritual-ritual agama kita memiliki kapasitas khusus untuk menyentuh hati manusia. Dengan demikian, menumbuhkan rasa hormat yang lebih dalam terhadap martabat manusia.
Setelah itu, deklarasi itu menyebutkan penting untuk menyadari bahwa lingkungan hidup yang sehat, damai, dan harmonis dan menjadi hamba Allah dan pemelihara penciptaan yang sejati.
Deklarasi itu juga mengimbau agar semua orang untuk mengambil tindakan tegas untuk menjaga keutuhan lingkungan hidup dan sumber daya agar dapat diwariskan ke generasi masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jembatan Perbedaan
Di kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 akan ditindaklanjuti dalam program aksi nyata di masa depan. "Kami juga sudah sampaikan kepada Romo tadi, bahwa ini (deklarasi) jangan hanya sampai di sini, tapi kita harus tindaklanjuti dalam bentuk program action di masa depan," kata Nasaruddin, di Jakarta.
Nasaruddin menilai jika deklarasi itu dilaksanakan dengan setulus hati maka tidak akan ada lagi sekat-sekat yang bisa memisahkan antar-umat beragama.
Deklarasi itu ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal pada Pertemuan Lintas Agama di Masjid Istiqlal Jakarta.
Deklarasi itu menyerukan agar nilai-nilai yang dianut oleh tradisi agama harus ditingkatkan secara efektif untuk menghilangkan budaya kekerasan dan ketidakpedulian yang sedang melanda dunia.
Secara terpisah, peneliti Teranusa Indonesia, Edward Wirawan, mengatakan apa yang dilakukan Paus Fransiskus di Istiqal dan umumnya Indonesia ialah sebagai upaya Bapa Suci membangun politik jembatan. Dia menjembatani berbagai perbedaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!